Jelang Idul Adha, Peternak Pasok Kambing dan Domba Pedaging

Editor: Satmoko Budi Santoso

266

YOGYAKARTA – Meski memiliki pangsa pasar tersendiri, minat masyarakat untuk membeli kambing maupun domba jenis pedaging seperti kambing Bhor dan domba Merino, untuk kurban saat ini terbilang masih rendah.

Masyarakat masih terbiasa memelihara dan memanfaatkan kambing maupun domba jenis populer seperti domba lokal (wedus gembel) atau kambing lokal Jawa/ kacangan, untuk ibadah kurban.

Hal itu menjadi kendala tersendiri bagi pengembangan usaha budidaya ternak kambing Bhor dan domba Merino, saat ini. Seperti diungkapkan salah seorang peternak kambing Bhor dan domba Merino Bayu, dari kelompok ternak 78 Farm Jogja.

Domba pedaging jenis Merino – Foto Jatmika H Kusmargana

“Masyarakat kita masih belum begitu mengenal varian baru domba Merino dan kambing Bhor. Padahal keduanya merupakan jenis pedaging yang sangat cocok untuk kurban. Jadi memang masih harus dilakukan edukasi terus menerus ke masyarakat,” katanya, belum lama ini.

Menurut Bayu, Kambing Bhor yang merupakan kambing asal Afrika Selatan, merupakan kambing pedaging yang memiliki kelebihan dibandingkan kambing lokal biasa. Sebagai kambing jenis pedaging, kambing Bhor memiliki ukuran lebih besar serta bobot lebih banyak.

Begitu juga domba Merino. Domba asal Spanyol ini memiliki postur tubuh serta daging yang lebih besar dan banyak serta lebih empuk dibandingkan domba biasa. Selain itu domba Merino juga memiliki kelebihan berupa bulu tebal yang bisa dimanfaatkan untuk digunakan sebagai pembuatan wol.

“Dengan harga jual yang jauh lebih tinggi, namun dengan perawatan yang sama, semestinya membudidayakan kambing Bhor dan domba Merino lebih menguntungkan bagi peternak. Hanya saja memang karena pasar masih terbatas, belum banyak peternak yang mau membudidayakan kambing dan domba jenis pedaging ini,” ujarnya.

Bayu sendiri sejak beberapa tahun terakhir mencoba membudidayakan berbagai macam jenis kambing maupun domba mulai dari kambing maupun domba lokal hingga varian terbaru seperti kambing Bhor, Etawa, Sapera, Sanen, Ekor Tipis, Ekor Panjang hingga domba Etawa untuk memenuhi kebutuhan kurban.

Dengan harga bervariasi mulai dari Rp5-15 juta ia mengaku memiliki sedikitnya 9 jenis varian kambing dan domba. Setiap tahunnya ia mengaku mampu menjual sedikitnya 100-150 ekor kambing dari berbagai varian untuk dimanfaatkan sebagai hewan kurban. Tak hanya menjual untuk pasar DIY dan sekitarnya, ia bahkan memasok kambing dan domba hingga ke wilayah Jabodetabek.

Baca Juga
Lihat juga...