Jenazah Tiga TKI Asal Flotim Dikirim Pulang

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

226

MAUMERE — Jenazah tiga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal kabupaten Flores Timur (Flotim) yang meninggal akibat kapal tenggelam di perairan Tawau Sabah Malaysia dikirim ke kampung halaman mereka di Riangkemie kecamatan Ile Mandiri.

“Tiga jenazah tersebut sudah dikirim pulang dari Nunukan dan besok akan tiba di bandara Frans Seda Maumere,” sebut Gerard Basenti, wakil keluarga korban, Selasa (3/7/2018).

Disebutkan, saat ini pihak keluarga bersama petugas BP3TKI sudah berada di Maumere dan sedang mengurus segala dokumen terkait penjemputan ketiga jenazah tersebut.

Dikatakan Gerard, satu jenazah dikirim menggunakan pesawat Wings Air dari Denpasar sementara dua lainnya menggunakan Nam Air dari Surabaya sehingga nantinya ketiganya akan diberangkatkan bersamaan ke kampung halaman mereka.

“Pesawat yang mengangkut satu jenazah tiba pagi dan dua lainnya siang hari sehingga akan dimuat di mobil ambulans,” terangnya.

Sementara itu, Wakil bupati, Agustinus Payong Boli, SH., mengatakan, pemerintah kabupaten Flotim telah melakukan kordinasi dengan pemerintah kabupaten Nunukan untuk pemulangan jenazah.

“Pemerintah telah melakukan komunikasi dan kordinasi baik dengan keluarga di Riangkemie dan Lewohala, juga dengan BP3TKI NTT. Pemda sudah memastikan ketiga korban merupakan warga Flotim dan besok akan dibawa ke kampung halamannya,” tuturnya.

wabup flotim
Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli,SH. Foto : Ebed de Rosary

Ketiga korban tersebut, beber Agus sapaannya, yakni Agustina Jawa Kelen dan Maria Goreti Barek Beguir dari desa Riengkemie. Sementara satu korban lainnya, Viany Mukin berasal dari desa Lewohala di kecamatan Ile Mandiri.

“Sementara itu seorang korban lainnya Yoridimus Eba Waton berumur 9 tahun karena berbagai kondisi dan pertimbangan telah dimakamkan di Nunukan Kalimantan Timur oleh paguyuban keluarga Flores Timur,” bebernya.

Sedangkan seorang korban lainnya bernama Yohanes Platin papar Agus, informasinya masih simpang siur dan sementara ini masih diurus oleh paguyuban keluaraga Flores Timur sehingga masih menunggu informasi apakah akan dipulangkan juga.

“Masih belum diketahui apakah korban merupakan pengurus TKI illegal ataukah resmi sebab semua yang meninggal dunia dalam tabrakan speed boat tersebut tidak memiliki dokumen resmi seperti KTP dan lainnya,” pungkasnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk