Jika tak Menyerahkan Diri, KPK Masukkan Umar DPO

Editor: Satmoko Budi Santoso

170
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta - Foto Eko Sulestyono

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipastikan akan memasukkan nama tersangka Umar Ritonga dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Umar diduga merupakan salah satu orang kepercayaan tersangka Pangonal Harahap, Bupati Labuhanbatu nonaktif, Sumatera Utara (Sumut).

Umar sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) berupa suap atau gratifikasi terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Pangonal Harahap. Umar berhasil melarikan diri saat akan ditangkap petugas KPK usia mengambil uang tunai di Kantor Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumut.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, penyidik KPK hingga saat ini untuk sementara belum mendapat informasi apa pun terkait keberadaan tersangka Umar Ritonga. “Sementara pihak keluarga yang bersangkutan juga belum memberikan kabar tentang Umar, maka yang bersangkutan akan kita masukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” jelasnya di Gedung KPK Jakarta, Senin (23/7/2018).

Menurut Febri, setelah DPO diterbitkan maka KPK langsung mengirimkan surat pemberitahuan secara resmi ke Mabes POLRI. Surat tersebut berisi permintaan agar pihak kepolisian mencari keberadaan atau tempat persembunyian Umar Ritonga dan kemudian menangkap yang bersangkutan.

Kasus tersebut bermula dari penangkapan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap dalam perkara dugaan pemberian sejumlah uang yang diduga sebagai suap atau gratifikasi. Uang tersebut berasal dari pengusaha Effendy Syahputra yang kemudian diberikan kepada Pangonal Harahap melalui sejumlah perantara.

KPK meyakini bahwa Effendy telah mengeluarkan atau mencairkan sejumlah cek senilai Rp576 juta. Cek tersebut dicairkan di BPD Sumut oleh orang kepercayaan Effendy yang bernama AT. Uang yang dicairkan kemudian dititipkan kepada seorang oknum petugas bank, tak lama kemudian uang tersebut diambil Umar Ritonga.

Dalam kasus tersebut, penyidik KPK telah menetapkan 3 orang sebagai tersangka. Masing-masing Bupati Labuhan Batu Pangonal Harahap dan Umar ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan Effendy ditetapkan KPK sebagai tersangka pemberi suap atau penyuap.

Saat ini, tersangka Pangonal Harahap dan Effendy Syahputra telah ditahan penyidik KPK. Keduanya untuk sementara akan menjalani masa penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK di Jakarta selama 20 hari pertama. Penahanan kedua tersangka tersebut dapat kembali diperpanjang, semuanya tergantung kebutuhan penyidik KPK.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.