Jim Yong Kim Pastikan Kesiapan Indonesia Gelar Pertemuan IMF

Editor: Koko Triarko

293
BADUNG – Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, secara khusus melakukan kunjungan ke Bali untuk memantau langsung persiapan IMF yang rencananya akan diselenggarakan pada Oktober, mendatang.
Dalam kunjungannya ini di Geruda Wisnu Kencana (GWK),  Jim Yong Kim didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, Kamis, (5/7/2018).
Jim Yong Kim  mengapresiasi pemerintah Indonesia selaku tuan rumah dalam mempersiapkan segala sesuatu untuk menyelenggarakan iven bank dunia. Menurutnya, pelaksanaan IMF ini adalah hal yang sangat komplit, tetapi pihaknya mempercayakan semuanya kepada pemerintah Indonesia untuk melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik mungkin.
“Kami merasa, kegiatan IMF ini tentu akan sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak, dan akan menjadi suatu hal yang baik ke depannya. Termasuk apa yang kami lihat sangat optimis akan semua pembangunan bangsa Indonesia saat ini”, kata Jim Yong Kim.
Disinggung terkait sering terjadinya erupsi Gunung Agung yang sering terjadi belakangan ini, pihaknya mengaku tidak bisa memprediksi sesuatu yang akan terjadi. Tetapi dengan usaha pemerintah termasuk yang dilakukan oleh Luhut dan tim, ia yakini acara ini akan berlangsung dengan baik.
Terkait kunjungannya ke GWK, Jim Yong Kim mengaku juga mengapresiasi pembangunan proyek tersebut. Pihaknya  memahami, proyek ini merupakan proyek yang sudah direncanakan sejak jauh hari, dan diperlukan waktu lama untuk menyelesaikan proyek ini.
“Oleh sebab itu, kami akan membawa banyak pemimpin negara untuk makan malam di tempat ini,” kata Jim Yong Kim.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan, pihaknya mengaku sudah mempersiapkan segala kemungkinan jika erupsi Gunung Agung benar-benar terjadi saat iven IMF berlangsung. Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti PVMBG.
“Tadi, kebetulan kami sudah di-briefing oleh Kepala PVMBG dan Prof. Surono, bahwa diperkirakan sangat kecil akan terjadi letusan yang besar seperti pada 1963. Jadi, kesimpulan erupsi terjadi saat ini letusannya masih dalam skala kecil seperti Gunung Merapi, Sinabang dan Krakatau. Dengan kata lain, letusan tersebut masih menjadi sesuatu yang lumrah. Walaupun terjadi erupsi nantinya, efeknya tidak akan luar biasa, hanya akan berdampak di jarak 10 hingga 12 kilometer,” kata Luhut.
Mantan Menkopolhukam ini juga meyakini, pada bulan Oktober menurut prakiraan cuaca yang diteliti selama kurun waktu sepuluh hari ke belakang, angin justru akan mengarah ke timur.
Sehingga, katanya, jika terjadi erupsi, maka debunya akan mengarah ke timur dan ini the wars skenario seperti itu. Namun, pihaknya juga meminta dukungan kepada semua pihak, terutama kepada teman-teman pendeta di Bali untuk mendoakan acara ini berlangsung lancar. Jika IMF berjalan dengan baik, kata Luhut, maka hal ini akan berdampak positif terhadap masyarakat Bali secara khusus dan Indonesia secara umum.
“Kita tidak terlalu banyak khawatir, tetapi kami terus melakukan pemantauan, termasuk menyiapkan skenario,” ujarnya.
Pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia dijadwalkan berlangsung 8-14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Badung. Direncanakan, pertemuan dihadiri sekitar 17.000 delegasi dari 189 negara.
Pertemuan akbar itu juga akan dihadiri para menteri keuangan atau ekonomi, gubernur bank sentral masing-masing negara, serta sejumlah pelaku ekonomi dan keuangan dunia lainnya.
Baca Juga
Lihat juga...