KAMI NTB: Harga BBM Naik, Pemerintah Ingkar Janji

Editor: Koko Triarko

391
MATARAM – Kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah, dinilai sebagai bentuk pengingkaran Pemerintahan Jokowi-JK atas janji politik yang pernah disampaikan untuk tidak menaikkan harga BBM.
“Kebijakan menaikkan harga BBM jenis pertamax tersebut, selain sebagai bentuk kegagalan pemerintah, juga menyengsarakan masyarakat”, kata Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam (KAMI) NTB, Amirudin, saat melakukan aksi di depan Kantor DPRD NTB, Jumat (6/7/2018).
Ketua KAMI NTB, Amirudin saat aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD NTB, menolak kenaikan harga BBM Nonsubsisi/Foto: Turmuzi
Menurutnya, kebijakan menaikkan BBM oleh pemerintah tidak hanya sekali dilakukan, bahkan telah berlangsung hingga beberapa kali yang dampaknya sudah pasti dirasakan oleh masyarakat. Harga kebutuhan bahan pokok akan naik, sementara daya beli masyarakat rendah dan akan semakin menyusahkan masyarakat.
“Semakin sering pemerintah menaikkan harga BBM, maka akan semakin berdampak buruk bagi kehidupan ekonomi masyarakat, sehingga semakin melunturkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah”, katanya.
Amir menegaskan, KAMI NTB menolak dan mengecam kebijakan menaikkan harga BBM oleh pemerintah, dan menuntut pemerintah tidak ingkar atas janji politiknya.
Pada kesempatan sama, anggota BEM Universitas Mataram, Jamiludin juga meminta pemerintah meninjau ulang kebijakan menaikkan harga BBM dengan mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat.
Kepada DPRD NTB, ia juga meminta supaya bisa lebih proaktif memperjuangkan aspirasi masyarakat, terkait kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan harga BBM yang merugikan masyarakat.
“Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah telah menaikkan harga BBM sampai beberapa kali dan telah berdampak bagi kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok masyarakat”, katanya.
Baca Juga
Lihat juga...