Kapolres Sebut Ada Narkoba di Tawuran Latumenten

Editor: Mahadeva WS

266

JAKARTA – Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengamankan 17 pelaku aksi tawuran yang terjadi di Jalan Raya Latumenten, Jakarta Barat. Tawuran tersebut terjadi antara kelompok pemuda Jalan Semeru Grogol Petamburan dengan kelompok Jembatan Besi, Tambora.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi menyebut, polisi berhasil menyita senjata tajam hingga narkoba dari kejadian tersebut. Bahkan anggota kepolisian turut menjadi korban saat membubarkan aksi tawuran tersebut.

“Dimana kami melakukan investigasi bersama tiga pilar, disaat terjadinya tawuran ditemukan barang bukti narkoba khususnya shabu. Ditenggarai saat tawuran itu ada narkoba beredar,” ucap Hengki, di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (10/07/2018).

Dari pemburuan oleh aparat Polsek Tambora saat melakukan pencarian pelaku tawuran yang bersembunyi di wilayah Semeru Grogol dan Jembatan Besi, tim berhasil mengamankan sembilan orang pemuda beserta barang bukti senjata untuk tawuran.

“Dari wilayah Semeru Grogol kami menenangkap sembilan orang, sedangkan di Jembatan Besi Tambora kita amankan delapan orang beserta enam buah batu, empat buah parang, sebuah celurit, sebuah HP Asus, sebuah sweater warna hijau, satu baju warna hijau, satu celana pendek , sebuah rekaman video CCTV,” rincinya.

17 pelaku yang diamankan diantaranya enam tersangka dari kelompok Semeru yakni SR (45), YSA (23), AMW (19), SM (19), dan AK (17). Sedangkan dari kelompok Jembatan Besi yakni SM (14), ZF (14), AG (16), MS (23), SS (16), AR (14), MZH (14), EHR (18), dan SI (15).

“Dari pelaku yang diamankan tersebut, lima orang kita lakukan penahanan, sedangkan 11 orang kita lakukan proses diversi oleh penyidik dan Balai Pemasyarakatan karena masih dibawah umur. Ada juga satu orang yang masih DPO merupakan residivis dan ternyata salah satu sindikat geng tenda orange,” jelasnya.

Semua pelaku yang diamankan, mendapatkan test urine. Dari hasil test tiga orang dinyatakan positif narkoba, yaitu YSA, AMW, dan SM. Polisi mengamankan empat bungkus narkotika jenis shabu seberat 4.267 Gram, Pil Ecstasy warna hijau 4.675 butir dengan berat brutto 1.620 gram. Kemudian alat hisap berupa bong dan cangklong sebanyak satu buah,  tiga buah tas gendong,  plastik klip ukuran sedang dan kecil, dan tiga buah alat timbangan elektrik,” pungkasnya.

Dengan bukti tersebut, polisi akan menjerat para tersangka dengan pasal 170 KUHP dan atau Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat No.12/1951. Pelaku yang kedapatan memakai narkoba dikenakan pasal 114 ayat (1) sub 112 ayat (1) UURI No.35/2009 tentang narkotika.

Jakarta Barat mencanangkan tanggung jawab bersama elemen masyarakat, Forkopimkot dan tiga pilar untuk menjaga situasi kamtibmas. Terbukti dari Januari hingga juli, terjadi penurunan angka kriminalitas hingga 20 persen. Sementara jika dibandingan dengan operasi ketupat jaya 2017, operasi ketupat jaya 2018 kejahatan turun 16 persen.

Baca Juga
Lihat juga...