Karangasem Gelar Festival Pesona Tulamben 2018

Editor: Koko Triarko

351
KARANGASEM – Pemerintah Kabupaten Karangasem, Bali, menggelar Festival Pariwisata Tulamben 2018. Iven bertajuk ‘Festival Pesona Tulamben 2018’ ini digelar di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali.
“Acara ini digelar sebagai salah satu upaya recovery pariwisata Kabupaten Karangasem, pascaaktivitas Gunung Agung, dan bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya yang datang ke Tulamben. Diharapkan, kegiatan ini berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar, masyarakat Kabupaten Karangasem pada umumnya,” ucap  I Wayan Astika, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karangasem Bali, Jumat (27/7/2018).
I Wayan Astika, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karangasem, -Foto: Sultan Anshori
Astika menambahkan, iven ini dikemas dalam bentuk pesta rakyat, yang menampilkan potensi Tulamben dan sekitarnya. Salah satunya, dengan menampilkan aktivitas bahari dari para nelayan setempat, dan kegiatan pelestarian terumbu karang.
Selain itu, aktivitas lainnya yang ditampilkan adalah kegiatan edukatif yang melibatkan para siswa se-Kecamatan Kubu, berupa kegiatan yang menggugah rasa cinta pada lingkungan sekitar dan lingkungan laut.
Astika mengaku, dalam menyelenggarakan Festival Pesona Tulamben 2018 memiliki tantangan menarik untuk membingkai core values, yang dimiliki Tulamben sebagai Destinasi Wisata yang memiliki historical background istimewa.
Kabupaten Karangasem memiliki kekayaan laut yang amat besar, yang salah satunya terdapat di Kawasan Tulamben.
“Tulamben dikenal luas sebagai tempat menyelam yang eksotis, dengan adanya bangkai Kapal Dagang US Liberty dan keindahan bawah laut dengan spesies ikan yang beragam. Selain sebagai tempat menyelam, Tulamben juga dikenal luas untuk kegiatan wisata air lainnya, seperti berperahu dan memancing, serta aktivitas pelestarian terumbu karang,” jelas Astika.
Kecamatan Kubu juga memiliki banyak potensi yang harus diperkenalkan dan dipasarkan secara luas, untuk kesejahteraan masyarakat. Salah satunya. melalui kegiatan pameran potensi Kecamatan Kubu Festival berbasis nilai budaya, yang merupakan serangkaian proses penggalian dan pendalaman, agar mampu memiliki manfaat dan dampak yang signifikan secara berkelanjutan.
“Tulamben harus dikomunikasikan secara proporsional dengan mengangkat nilai-nilai sejati yang dimilikinya”, katanya.
Menurutnya lagi, banyak persepsi publik tentang Tulamben sebatas tempat menyelam dengan beberapa ikon budaya yang dikenal, seperti bangkai kapal yang karam yang menjadi rumah terumbu karang dan spesies biota laut yang hidup di sekitarnya.
“Publik seharusnya mulai mengenal Tulamben lebih dari sekadar itu, Publik seharusnya diajak mengenali dimensi nilai yang hakiki yang terdapat dan masih dilakukan di Tulamben hingga saat ini, tentang peradaban nilai-nilai budaya masa lalu yang bermuara kepada keseimbangan hidup atau harmoni. Lalu, nilai-nilai tersebut yang disimbolkan dalam ritual budaya dan tradisi, baik berkesenian maupun berkarya,” jelas Kadis yang selalu tampil necis ini.
Sementara itu, untuk mengalawali  Festival Pariwisata Tulamben 2018, Dispar menggelar kegiatan traditional jukung race dan fishing tournament yang menjadi ikon festival pesona Tulamben 2018. Ratusan juling tradisional khas Tulamben diperlombakan.
Tak ayal, sepanjang pesisir Pantai Tulamben dihiasi oleh ratusan juling dengan layar warna-warni. Lomba Jukung ini menarik ribuan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara negara.
Sarah Cotes, salah seorang wisatawan asal Eropa mengaku senang bisa berlibur sambil melihat iven ini. Dia mengaku senang dan sering datang ke Bali, khususnya ke Kabupaten Karangasem, untuk menghabiskan waktu berlibur.
“Ini tempat memang luar biasa indah. Pantai dengan terumbu karang masih alami. Dan, saya suka berada di sini,” ucap wanita yang sudah berada di Bali satu minggu ini.
Iven Festival Pesona Tulamben 2018 ini akan berlangsung selama tiga hari, hingga 29 Juli 2018 nanti.
Baca Juga
Lihat juga...