Kayuh Sepeda Butut, Penjual Gorengan Hidupi 3 Anaknya

Editor: Mahadeva WS

300

PADANG – Tidak ada kata menyerah untuk memperoleh rezeki di jalan yang halal. Panas dan rasa penat dibadan, bukanlah alasan untuk tidak bisa mengais rezeki. 

Hal itulah yang dilakukan Resmanita, seorang wanita yang menyandang status janda dengan tiga orang anak.  Sejak 4 tahun yang lalu, Resmamita harus menjadi orang tua tunggal untuk anak-anaknya.

Memasuki usia 35 tahun, Resmanita telah memiliki usaha sendiri, yakni berjualan gorengan keliling. Area Parupuk Tabing, Koto Padang, Sumatera Barat menjadi kawasan yang dikelilingi Resmanita setiap harinya. Resmanita menjual gorengan dengan mendatangi rumah-rumah warga dengan bersepeda.

Sekilas dilihat, sepeda yang dikendarai tidaklah dalam kondisi yang bagus. Sepedanya sudah berkarat, ban sepeda sudah botak dan halus, dan keadaannya benar-benar telah tua. Dengan sepeda itulah, Resmanita berupaya mendapatkan pundi pundi rupiah untuk keluarganya.

Tiga orang anaknya, yang pertama Ferdi (16), meski telah memasuki usia baliqh, tidak membuat nasib berada dipihaknya. Kini Ferdi tidak lagi bersekolah akibat terkendala biaya yang semakin hari semakin menambah beban keluarga. Alasan Ferdi mundur pendidikan, karena tidak sanggup melihat ibunya berjuang sendiri, mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarganya.

Keputusan diambil sejak ayahnya meninggalkan keluarga tersebut. Sekarang Ferdi membantu ibunya dengan bekerja sebagai penjual bakso bakar milik tetangganya. Keputusan yang diambil Ferdi, tidak bisa dibendung oleh ibunya. Ferdi pernah menyampaikan kepada ibunya, bahwa dirinya ingin sekali melanjutkan pendidikannya, apabila ibunya bisa kembali berjualan gorengan lagi.

Namun apalah daya, kini sepeda milik Resmanita tidak bisa digunakan lagi. Hari hari Resmanita pun seakan terasa penuh beban, waktu terus berjalan, sementara uang yang masuk pun tidak ada.  “Dia bilang dia ingin sekolah lagi, tapi saya harus berjualan lagi. Tapi sekarang sepada saya itu rusak dan tidak bisa digunakan lagi,” katanya, Senin (9/7/2018).

Kondisi ini pun, turut dirasakan bagi dua orang adik Ferdi yaitu Lusi (13) yang saat ini baru lulus SD dan akan melanjutkan pendidikan ke SMP. Kemudian adik bungsu, bernama Fahmi yang masih berusia tiga tahun dan baru aktif berjalan. Harapan yang begitu kuat dari Resmanita untuk bisa kembali berjualan gorengan keliling, dikabulkan oleh lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Padang.

Senin (9/7/2018) ACT Sumatera Barat mendatangi Resmanita di kawasan rumah ibadah. ACT membawa sepeda beserta gerobak gorengan keliling yang memang sengaja diberikan kepadanya.

Tim Program ACT Sumatera Barat Aan Saputra mengatakan, bantuan untuk Resmanita itu bentuk melanjutkan atau menunaikan amanah dari pada donatur yang begitu tanggap dengan program Mobile Sosial Rescue (MSR).

Melihat sepeda yang didapat, linangan air mata pun tidak bisa ditahan di matanya Resmanita. Air mata haru dan bahagia mengalir di wajah Resmanita. Hanya ucapan syukur yang terluncur dari bibirnya tatkala sepeda dan gerobak tersebut telah berpindah ke tangannya.

Ungkapan yang paling ditegaskan ialah, berjanji akan terus berjualan gorengan keliling supaya anak-anaknya bisa mendapatkan pendidikan. “Kita melihat bagaimana keseharian Resmanita berkeliling berjualan gorengan. Kami di ACT pun tidak bisa tinggal diam melihat kenyataan itu, dan alhamdulillah ada donatur yang bersedia membantu Resmanita,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...