Kebakaran Kemenhub, Sandiaga: Perlu Perbaiki Akses Darurat

Editor: Satmoko Budi Santoso

199
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meninjau ke lokasi kebakaran di Gedung Kementerian Perhubungan Jakarta Pusat yang diduga dari ruang CCTV dini hari, Minggu (8/7/2018). Foto: Lina Fitria

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengingatkan kepada para pengelola gedung perkantoran untuk memperhatikan mitigasi bencana dan akses darurat saat terjadi kebakaran.

Hal ini dimaksud, bila terjadi insiden tersebut, mobil pemadam bisa mendapat akses cukup untuk bertindak cepat. Ke depan dia menegaskan kepada setiap pengelola gedung untuk bisa melakukan pembinaan khusus dalam hal mitigasi kebakaran.

“Jadi kita berharap nanti setiap gedung, perbaiki akses, seandainya terjadi keadaan darurat, mobil unit damkar ini punya akses ke titip api depan,” kata Sandiaga, usai meninjau lokasi kebakaran di Gedung Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (8/7/2018).

Dia juga sudah menerima laporan terkait kebakaran tersebut. Bahwa dari kebakaran tersebut, terdapat dua korban tewas yakni pekerja kontraktor. Kemudian, satu orang lagi merupakan pegawai Kementerian Perhubungan. Kemudian seluruh korban yang tewas dievakuasi ke RSCM.

“Tadi kami baru saja meninjau kejadian lokasi kebakaran, ada 14 korban berhasil diselamatkan, 3 korban tewas dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan sudah dievakuasi. Api sudah dikuasai, jadi mohon doanya agar tak ada korban lagi,” ujarnya.

Dia menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban kebakaran di kantor Kemenhub. Selain itu dia mengimbau untuk tidak berspekulasi akibat kebakaran tersebut sebelum keluar hasil investigasi kepolisian.

“Kami turut berduka dan mari tidak berspekulasi, masih investigasi, penyebabnya apa. Tapi sudah bisa dilokalisir, bahwa satu tempat yang kemungkinan jadi penyebab itu di ruang CCTV. Dari teman-teman kepolisian juga ini masih dalam kondisi penyisiran. Mari kita sama-sama berdoa agar tak ada korban lain ditemukan. Walaupun kekhawatiran masih ada tapi Insha Allah hasil penyisiran ini tidak menambah jumlah korban,” ujarnya lagi.

Belajar dari peristiwa itu, Sandiaga Uno meminta akses keamanan gedung-gedung di Jakarta diperhatikan.

“Khususnya untuk gedung yang sedang direnovasi, mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja,” pungkasnya.

Selain itu, menurut mantan pengusaha itu, hingga kini petugas masih melakukan penyisiran di dalam gedung.

“Mari kita sama-sama berdoa agar tak ada korban lain ditemukan. Walaupun kekhawatiran masih ada tapi Insha Allah hasil penyisiran ini tidak menambah jumlah korban,” ujarnya.

Selain menyampaikan rasa belasungkawa, Sandiaga juga mengapresiasi kinerja Pemadam Kebakaran (Damkar) yang telah bergerak cepat dalam memadamkan kebakaran.

“Semua petugas Damkar bergerak cepat dalam hitungan jam sudah padam dan sekarang sudah dalam pendinginan,” tuturnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI, Subejo, mengatakan, sumber pertama api mulai terlihat yakni di lantai pertama. Kemudian api langsung menjalar ke berbagai ruangan.

“Kalau tempat pertama api ditemukan di ruang P1. Itu tempat ditemukan sumber api pertama. Tapi dugaan penyebabnya seperti apa nanti Puslabfor yang berkewenangan,” ucapnya.

Para korban yang tewas, menurutnya, karena kehabisan napas akibat asap yang begitu tebal.

“Jadi biasanya, kalau kebakaran yang bahannya plastik kabel itu asapnya pasti besar,” ujarnya menjelaskan.

Kronologinya: Gedung Kemenhub kebakaran pada pukul 04.10 WIB. Gedung Kemenhub terbakar sejak Minggu pagi sekitar pukul 03.30 WIB. Dua orang sekuriti gedung tewas akibat terjebak di dalam gedung. Sejauh ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI menyatakan 3 orang meninggal. Korban ditemukan di lantai 5, lantai 8, dan lantai 12.

Sebanyak 17 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api. Hingga kini petugas masih melakukan penyisiran dan belum dapat memastikan penyebab kebakaran.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.