banner lebaran

Kebun Buah Langka Sedayu, Terinspirasi Mekarsari

Editor: Satmoko Budi Santoso

4.607

YOGYAKARTA – Terinspirasi dari keberadaan Taman Buah Mekarsari hasil prakarsa Ibu Tien Soeharto, seorang warga asal Yogyakarta membuka objek wisata edukasi bernama Kebun Buah Langka Sedayu.

Berlokasi di Sundi Kidul, Argorejo, Sedayu, Bantul, Kebun Buah Langka milik Bonaventura Adi Nugroho ini, kini menjadi salah satu objek wisata edukasi favorit di Yogyakarta, yang selalu ramai dikunjungi.

Seperti halnya Taman Buah Mekarsari di Bogor, Kebun Buah Langka Sedayu ini memiliki berbagai jenis koleksi tanaman buah. Yang membedakan, jika Taman Buah Mekarsari lebih banyak membudidayakan tanaman buah dari daerah tropis Indonesia, Kebun Buah Langka Sedayu membudidayakan berbagai jenis tanaman buah langka dari seluruh dunia.

Buah jeruk jari Buddha asal China – Foto Jatmika H Kusmargana

“Kebun Buah Langka Sedayu ini dibuka, salah satunya karena terinspirasi dari Taman Buah Mekarsari. Kebetulan saat itu Ibu Titiek Soeharto juga pernah berkunjung ke sini,” ujar Koordinator Kebun Buah Langka Sedayu, Farida Septiana.

Farida mengatakan sang pemilik, Bonaventura Adi Nugroho, awalnya merupakan seorang kolektor tanaman buah langka. Ia kerap mengoleksi berbagai tanaman buah langka dari berbagai belahan dunia.

“Awalnya memang hanya dinikmati sendiri. Tapi kemudian tercetus ide untuk membuka secara umum menjadikannya sebagai tempat wisata. Agar masyarakat bisa tahu dan belajar mengenai berbagai jenis tanaman buah yang ada di sini,” katanya.

Menempati lahan seluas kurang lebih 5000 meter persegi, Kebun Buah Langka Sedayu ini memiliki sedikitnya 350 varietas jenis tanaman buah dari berbagai belahan dunia. Yakni terbagi dalam 3 kategori, tanaman langka, impor dan lokal.

“Kebun Buah Langka Sedayu ini dibuka tidak hanya semata-mata untuk lokasi wisata. Tapi lebih ke edukasi. Selain mengenalkan jenis-jenis tanaman buah langka, kita juga berupaya mengajak pengunjung agar semakin peduli dengan tanaman dan lingkungan,” katanya.

Memiliki berbagai koleksi tanaman buah langka seperti dari kawasan Asia Tenggara, Asia, Timur Tengah, Eropa, Amerika hingga Afrika dan Australia, Kebun Buah Langka Sedayu tidak hanya dikunjungi oleh wisatawan pribadi atau keluarga saja.

Namun juga oleh rombongan sejumlah instansi seperti sekolah baik TK, SD, hingga universitas maupun oleh kelompok lainnya. Termasuk juga untuk melakukan kegiatan penelitian.

“Setiap akhir pekan rata-rata pengunjung mencapai 100 orang lebih. Mayoritas merupakan rombongan siswa yang ingin belajar mengenal berbagai macam jenis tanaman,” katanya.

Buah sawo raksasa bernama Mamey Sapote asal Mexico – Foto: Jatmika H Kusmargana

Lalu apa sajakah jenis tanaman buah langka yang terdapat di kebun ini. Salah satunya adalah buah sawo raksasa bernama Mamey Sapote asal Mexico. Buah sawo terbesar di dunia ini memiliki nama latin pouteria sapota.

Buah ini bisa memiliki panjang 10-15 cm, dan berdiameter 8-12 cm. Tampilan buahnya mirip buah sawo pada umumnya, namun memiliki warna kulit yang berbeda yakni pink kecoklatan. Sedangnya daging buah berwarna merah, dengan rasa manis, dan memiliki biji tunggal.

Selain itu, ada pula buah Jeruk Jari Buddha asal China. Buah jeruk raksasa yang memiliki ciri khas bentuk unik menyerupai jari tangan manusia ini memiliki nama latin citrus medica var sarcodactylis.

Di negara asalnya, buah ini banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional yang berkhasiat untuk mengobati sakit maag, memperbaiki pencernaan makanan, hingga menghilangkan masuk angin. Sementara rebusan kuncup daunnya juga dapat digunakan sebagai obat cacingan.

Selain dua jenis tanaman buah langka tersebut, masih ada banyak lagi tanaman langka lain yang bisa ditemui pengunjung di Kebun Buah Langka Sedayu. Di antaranya seperti Miracle Fruit atau buah ajaib dari Ghana, Afrika.

Juga ada tanaman buah Kurma tanpa biji bernama Kurma Ajwa, hingga buah langka asal Indonesia seperti Mulwo, Kecapi, Mundung, Mundu, Sawo Bludru, Kepel, Gowok, Duwet, dan sebagainya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.