Kedaulatan Pangan Menunjang Kedaulatan Bangsa

Jurnalis: Koko Triarko

629

JAKARTA — Bangsa Indonesia sedang diuji dengan berbagai macam persoalan. Situasi dan kondisi yang sulit bagi rakyat, persoalan kedaulatan yang mempengaruhi Ketahanan Nasional, harus segera diusahakan solusi dan pemecahannya.

“Kita tidak boleh tergantung kepada asing, baik ekonomi dan politik. Kita harus memiliki kedaulatan pangan, karena persoalan inilah ke depan yang akan menjadi hal yang sangat penting, yang berpengaruh pada eksistensi sebuah bangsa,” kata Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra, dalam sambutan pembukaan diklat bagi para calon legislatif 2019 Partai Berkarya, di Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/7/2018).

Berkait dengan pangan, demikian putra bungsu Presiden Soeharto ini, mengatakan, bahwa pada 1984 Presiden Soeharto dianugerahi medali bertuliskan ”from rice importer to self sufficiency” dari Food and Agriculture Organization (FAO). Lalu, pada 1986 dianugerahi medali emas, karena prestasinya itu, bahkan Indonesia pada saat itu memberikan bantuan bibit, beras dan bantuan teknik kepada negara-negara Afrika dan ASEAN.

“Pandangan almarhum (Presiden Soeharto –red) yang visioner tersebut, baru saya sadari, bahwa di masa ini dan masa depan, kedaulatan pangan akan menunjang kedaulatan bangsa. Krisis pangan dunia yang sedang kita hadapi ini, akan menjadi alat bagi bangsa-bangsa lain untuk saling menguasai secara geopolitik,” tegas Tommy Soeharto.

Lebih lanjut, sosok yang sering disebut-sebut sebagi Pangeran Cendana ini mengingatkan, jika bangsa yang besar ini sedang dikepung oleh berbagai kekuatan yang akan mengikis keutuhan bangsa.

“Itulah yang kita sering lupa. Para politikus hanya berpikir untuk menang dan menguasai simpul-simpul kekuasaan. Kita hanya suka memimpin dan tidak mau dipimpin. Kita lupa bekerja sama sebagai satu tubuh, lupa tentang gotong-royong,” katanya.

Tommy Soeharto juga mengatakan, bahwa Partai Berkarya hadir untuk mengajak seluruh komponen bangsa bergerak bersama, khususnya para kader, calon legislatif dari Partai Berkarya, untuk memegang teguh amanah-amanah, dan harapan-harapan rakyat, serta cita-cita bangsa dan negara, menjadi negara yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

“Partai Berkarya bukanlah partai yang terjebak pada nostalgia masa lalu, seperti yang digembar-gemborkan pihak-pihak tertentu. Justru, Partai Berkarya hadir membawa semangat perubahan, semangat perbaikan di segala bidang, bagi bangsa dan negara,” tegas Tommy Soeharto.

Baca Juga
Lihat juga...