Kejagung Jalin Kerjasama Tanggulangi Kejahatan Lintas Negara

Editor: Makmun Hidayat

194
Jaksa Agung HM Prasetyo - Foto: M. Hajoran Pulungan

JAKARTA — Jaksa Agung HM Prasetyo mengaku akhir-akhir ini banyak kejahatan lintas negara yang semakin masif, seolah-olah negara tidak ada batasnya lagi. Untuk menanggulanginya perlu ada koordinasi dan sinergi antarnegara.

“Saat ini kita banyak menangani kasus kejahatan lintas negara. Kejahatan ini semakin masif, seolah-olah negara itu tidak ada batasan. Sinergitas dan koordinasi dengan banyak negara sangat penting, karena kejahatan lintas negara ini tidak mungkin diatasi sendiri, harus bersama-sama,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo kepada wartawan di Gedung Kejaksaan Agung, Jumat (20/7/2018).

Prasetyo menceritakan, hari ini (Jumat) Menteri Luar Negeri meneleponnya, bahwa perlu penanganan khusus berkaitan dengan kejahatan lintas negara yang pelakunya dari mancanegara.

“Untuk itu kita tidak hanya melihat ke dalam saja, tapi juga harus melihat ke luar dalam kaitan untuk melaksanakan tugas bersama lintas negara. Khususnya untuk kejahatan-kejahatan lintas negara yang semakin hari semakin masif,” ujarnya.

Prasetyo menambahkan, sekarang ini orang bisa merencanakan perbuatannya di satu negara tapi pelaksanaannya di negara lain. Dan ini, menjadi konsen semua pihak, kejaksaan, negara dan negara-negara lain. Dengan kerjasama, tentunya akan menghilangkan sekat-sekat perbedaan, baik sistem hukum maupun juga batasan yurisdiksi.

“Dengan begitu, diharapkan tidak ada penjahat yang merasa aman ketika ia melakukan kejahatan di mana pun ia berada. Sebab adanya kerja sama lintas negara dalam menanggulangi kejahatan tersebut mutlak dilakukan,” sebutnya.

Lebih jauh Prasetyo mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan kejaksaan dari negara lain, seperti Tiongkok, Singapura, Malaysia dan negara-negara lainnya serta organisasi internasional OKI dalam menangani kejaran lintas negara yang semakin marak.

“Saat ini kita sudah bekerjasama dengan sejumlah negara untuk mengatasi kejahatan lintas negara ini. Antara lain dengan OKI, Tiongkok, Malaysia, Singapura dan negara lainnya,” kata Prasetyo.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.