Kejurnas Slalom Seri 3, HTJRT Berkibar di Yogya

Editor: Satmoko Budi Santoso

322

YOGYAKARTA – Tim HTJRT berkibar pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Slalom Seri 3 bertajuk MLDSpot Auto Gymkana di Sirkuit Mandala Krida. HTJRT dominan di Kejurnas A, Kejurnas F (modifikasi) dan Kejurnas (penggerak roda belakang).

Di Kejurnas A, Herdiko Setyaputra dari HTJRT yang mengemudikan Honda Jazz mencatat waktu 00:36.635. Disusul Adrian Septianto yang juga dari HTJRT di urutan kedua dengan catatan waktu 00:36.737. Peslalom dari tim Toyota Team Indonesia (TTI) TRD, Adrianza Yunizal yang mengemudikan Toyota Agya menyusul di urutan tiga dengan 00:36.860.

Kemudian di Kejurnas F, Adrian Septianto (HTJRT) dengan Toyota Yaris mencatatkan waktu tercepat 00:33.970. Menyusul Adrianza Yunial dari TTI TRD dengan toyota Etios dengan catatan waktu 00:34.040. Peslalom TTI TRD lainnya, Anjasara Wahyu, menguntit di urutan tiga dengan 00:34.120.

Tjahyadi Gun Genta, promotor Genta Auto & Sport. Foto: Sodik

Sedangkan untuk Kejurnas F, Adrian Septianto dengan Suzuki Futura mencatat waktu terbaik 00:37.642. Disusul oleh Rinaldo SA dengan toyota Starlet KP yang membukukan catatan waktu 00:37.951, dan posisi tiga ditempati Billy Adrianto dengan Toyota Corbet. Waktu yang dicatatkannya 00:37.985.

HTJRT juga menduduki urutan pertama di Kejurnas team A, disusul TTI TRD, dan Tim A Gymkhana. Di Kejurnas team F, HTJRT kembali di urutan teratas disusul TTI TRD dan Scusco Team Indonesia.

Tjahyadi Gun Genta, Promotor Kejurnas dari Genta Auto & Sport mengungkapkan, Kejurnas kali ini memecahkan rekor dari sisi jumlah peserta yang mencapai 225 starter. Jumlah itu adalah yang tertinggi sejak Kejurnas Slalom pertama tahun 2012 silam.

Dari peserta itu, cukup banyak pemain baru yang turut ambil bagian. Mereka tidak hanya turun di satu seri, akan tetapi banyak yang turun di tujuh seri karena ambil bagian sebagai tim. “Mereka berangkat sebagai tim, kebanyakan ikut di semua seri,” katanya.

Menurut Tjahyadi, pada tahun ini pihaknya mengadopsi peraturan internasional. Di mana sesuai aturan internasional, gymkana tidak menggunakan trek pendek melainkan trek panjang dengan kecepatan tinggi. Pada aturan baru lebih mudah namun menuntut pengembangan mobil dengan kecakapan yang cukup tinggi.

“Pada seri sebelumnya di Tegal, kita sudah mencoba bentuk sirkuit dengan bentuk huruf Y. Di aturan baru selain landasan aspal, juga boleh beton. Bentuk trek juga bisa menggunakan sirkuit sepeda motor. Setelah ini, Kejurnas berlanjut di Sukabumi, Lampung, dan Malang,” jelasnya.

Baca Juga
Lihat juga...