Kelompok Ternak Karanganyar Masuk Nominasi 3 Terbaik se-Jateng

Editor: Mahadeva WS

260

SOLO – Kelompok Tani Ternak Subur Lestari yang berada di Dusun Surohkalang, Desa Pandeyan, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, masuk nominasi tiga besar dalam lomba Kelompok Tani Ternak Berprestasi di Jawa Tengah. 

Ketersediaan pakan yang melimpah, pengelolaan limbah, kebersihan dan kesehatan hewan ternak serta penggunaan kandang komunal yang sukses, menjadi keunggulan kelompok tani ternak yang dirintis sejak 2013 lalu tersebut.

“Mereka berhasil dalam membudidayakan sapi secara kelompok. Yang lebih ditekankan adalah pengolahan limbah kandang komunal agar tidak menimbulkan masalan lain,” papar Kepala Bidang Prasarana Sarana dan Penyuluhan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Provinsi Jawa Tengah, Suyatno, Senin (23/7/2018).

Dalam lomba Kelompok Tani Ternak Berprestasi yang diselenggarakan Provinsi Jawa Tengah, ada 22 peserta yang telah mengajukan proposal. Tim secara langsung meninjau satu persatu kelompok tani ternak dan menilai keunggulan masing-masing. “Pada tahap awal seleksinya cukup ketat, karena ada 22 peserta. Setelah kita datangi dan teliti, dipilih tiga nominasi terbaik. yakni Karanganyar, Jepara, dan Purbalingga,” papar pria yang menjadi Ketua Tim Penilai tersebut.

Beragam jenis sapi yang dibudidayakan Kelompok Tani Ternak Subur Lestari Karanganyar – Foto Harun Alrosid

Penilaian lomba kelompok tani ternak berprestasi tersebut meliputi kegiatan pengembangan usaha, keorganisasian, strategi pengembangan ternak, dan aspek lingkungan hidup. Sejauh ini ada sejumlah kasus yang muncul dalam pengembangan ternak dengan menggunakan kandang komunal. Termasuk pengelolaan limbah kompos. Hal itu sering diprotes warga sekitar kandang komunal karena dilakukan tidak maksimal sehingga menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

“Oleh karena itu kita meminta pemaparan pengelolaan limbah dari awal hingga akhir. Sehingga persoalan limbah benar-benar clear tanpa ada masalah. Kami juga pastikan kelompok tani benar-benar hidup, seluruh anggota terlibat. Jangan sampai anggota kelompok tani ada hanya saat menerima bantuan,” tegasnya.

Ketua Kelompok Tani Ternak Subur Lestari, Hendrik Mulyantoro menyatakan, tingkat kesadaran anggota dalam pengelolaan ternak sapi di kandang komunal cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan penerapan sistem budidaya ternak, mulai dari aspek kebersihan, kesehatan, hingga pengolahan limbah. Seluruh limbah ternak diolah menjadi pupuk kompos dan dapat dijual.

“Masing-masing anggota merawat dan bertanggung jawab terhadap sapi mereka. Ada 36 anggota dalam kelompok tani ternak Subur Lestari. Jumlah ternaknya pun juga terus berkembang,” terang Hendrik.

Perkembangan jumlah ternak selama tiga tahun terakhir cukup baik. Mulai dari 68 ekor di 2015, menjadi 82 ekor di 2016. Dan di 2018 ini jumlah ternak telah meningkat menjadi 111 ekor. “Untuk pemeriksaan kesehatan dan pencegahan penyakit kita bekerja sama dengan pihak terkait. Kita buat biogas yang dimanfaatkan warga sekitar. Untuk yang ingin mengembangkan mandiri juga disediakan pranakan sapi serta sapi potong. Langkah ini sebagai upaya mendukung ketahanan pangan terutama ketersediaan daging sapi,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.