Kemarau, Pembudidaya Ikan Lamsel, Waspadai Kebutuhan Air

Editor: Satmoko Budi Santoso

284

LAMPUNG – Pembudidaya atau peternak ikan air tawar di Kabupaten Lampung Selatan mulai mewaspadai musim kemarau yang melanda wilayah tersebut.

Kemarau berimbas proses penguapan berlangsung cepat, budidaya kolam permanen dan terpal pun tidak sebanding dengan pasokan air.

Ubad Badruzaman (51) pembudidaya ikan air tawar jenis nila dan gurami menyebut, pasokan air selama ini diperoleh dari sungai kecil di Dusun Rajawali, Desa Mekarmulya, Kecamatan Palas, tempat tinggalnya.

Tibanya musim panas, disebut Ubad, berimbas penurunan debit air di sungai yang sebagian sudah dibendung di bagian hulu. Pembendungan sungai, diakuinya, akibat digunakan para petani penanam padi dan penanam sayuran.

Rendi Antoni salah satu pembudidaya ikan air tawar patin, emas dan gurami menjaga pasokan air dengan proses memompa air sungai saat kemarau [Foto: Henk Widi]
Meski masih mengalir, namun Ubad memastikan kebutuhan air masih kurang sehingga harus dipasok dari sumur bor. Pasokan air selama musim kemarau, diakuinya, sangat penting terutama untuk kolam pemijahan.

Sirkulasi air bersih untuk kolam ikan nila dan gurami, disebut Ubad, berubah selama musim kemarau. Saat musim hujan Ubad yang sudah melakukan budidaya ikan nila dan gurami sejak tahun 1997 tidak khawatir pasokan air.

Sebagai upaya mencegah berkurangnya air untuk budidaya ikan gurami dan nila, Ubad menyiasati dengan memasang jaring atau waring di bagian atas kolam. Hal serupa dilakukannya pada kolam pemijahan terbuat dari terpal menghindari proses penguapan.

“Saya memasang plastik pada bagian atas kolam sebagai peneduh, sekaligus pencegah penguapan berimbas cepat berkurangnya air di kolam,” terang Ubad.

Ubad yang memelihara ikan air tawar jenis nila dan gurami, sengaja memelihara ikan di tiga jenis kolam. Kolam pertama dibuat dengan sistem galian tanah, kolam terbuat dari semen serta kolam terbuat dari terpal plastik berdinding bambu.

Kolam ikan tersebut, diakui Ubad, saat musim kemarau berpotensi mengakibatkan ikan mengalami hambatan pertumbuhan terutama untuk kolam pemijahan. Sebagian dipergunakan untuk pembesaran terutama kolam tanah khusus ikan yang sudah tersortir tidak terjual sebagai benih.

Kolam budidaya ikan air tawar jenis nila dan gurami mempergunakan kolam terpal di desa Mekarmulya kecamatan Palas [Foto: Henk Widi]
Selama musim kemarau, Ubad juga menyebut, rela mengeluarkan biaya tambahan untuk menyalurkan air. Penyaluran air dilakukan dengan melakukan pemompaan air dari sumur bor selanjutnya disalurkan ke kolam-kolam terpal dan kolam tanah.

Biaya tambahan untuk pembelian bahan bakar mesin sedot dikeluarkan olehnya untuk memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau. Selain memanfaatkan peneduh plastik dan waring ia bahkan memanfaatkan daun kelapa sebagai peneduh untuk sejumlah kolam.

Pembudidaya ikan air tawar lain di Desa Sukaraja Kecamatan Palas bernama Rendi Antoni sedikit lebih beruntung. Pasalnya, pemilik sekitar lima petak kolam budidaya ikan gurami, patin dan emas tersebut, memiliki kolam di dekat aliran sungai.

Meski demikian, ia harus bergiliran mendapatkan pasokan air dengan petani penggarap sawah di wilayah tersebut. Kolam tanah yang dibuat olehnya disebut Rendi memiliki dasar padas dan tanah liat.

“Sebagian kolam yang digali dengan alat berat ada yang memang memiliki mata air, tapi sebagian air harus disedot dari sungai,” papar Rendi Antoni.

Pemelihara ikan patin sebanyak 28 ribu ekor, ikan emas sebanyak 2 ribu ekor dan gurame sebanyak 3,5 ribu ekor menyebut, tetap waspada saat kemarau. Selain pola pasokan air yang berubah ikan yang dipelihara diakuinya bisa rentan penyakit.

Ia bahkan terpaksa memberikan nutrisi tambahan untuk ikan yang dibudidayakan. Pasokan air yang berkurang dan saat kemarau bisa menyebabkan ikan rentan terkena penyakit.

Tambahan nutrisi bahkan disiasati dengan pemberian takaran pakan yang tepat menghindari ikan mati. Selain kendala cuaca kemarau, Rendy Antoni mengaku, pembudidaya ikan untuk konsumsi tersebut mengeluhkan harga pakan.

Kenaikan harga pakan diakuinya ikut terimbas pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Sebab pakan ikan sebagian masih didatangkan dari luar negeri. Efisiensi pakan dengan membuat campuran sendiri sekaligus melakukan efisiensi budidaya ikan air tawar miliknya.

Baca Juga
Lihat juga...