Kembangkan Usaha, Pelaku UMKM Diminta Maksimalkan KUR

Editor: Mahadeva WS

227
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB, H. Lalu Saswadi/foto : Turmuzi

MATARAM – Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta memaksimalkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pinjaman yang didapatkan bisa digunakan untuk mengembangkan usaha yang dijalankan.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) NTB H. Lalu Saswadi menyebut, sampai semester satu 2018, penyaluran KUR dari sejumlah perbankan di NTB telah mencapai Rp846,184 miliar. Berdasarkan data yang diterima instansinya, sektor perdagangan besar dan eceran mengambil porsi penyaluran hingga Rp522,071 miliar.

Disusul kemudian sektor pertanian, perburuan dan kehutanan yang KUR-nya mencapai Rp179,423 miliar. Sektor perikanan mencapai Rp17,012 miliar, industri pengolahan Rp45,636 miliar, konstruksi Rp1,075 miliar, penyedia akomodasi dan penyedia makanan Rp22.937 miliar.

Fasilitas KUR dengan keuntungan pinjaman cukup lunak disebutnya harus dimaksimalkan oleh UMKM. Hal itu dikarenakan, kredit yang disalurkan tersebut disubsidi oleh pemerintah. Saswadi menilai, ketimpangan antara jumlah pencari kerja dengan lapangan kerja yang tersedia saat ini sudah sangat tidak sebanding. Hal tersebut dapat disiasati oleh masyarakat dengan memaksimalkan KUR. “Mau jadi PNS juga sulit. Lebih baik berwirausaha, manfaatkan KUR yang disediakan pemerintah,” tambahnya.

Untuk meningkatkan serapan KUR, Dinas Koperasi dan UMKM NTB menggerakan konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Para konsultan bertugas mendampingi para pelaku usaha di NTB. Selain itu, ada juga pendamping KUR yang disebar ke kabupaten dan kota. Para pendamping membantu proses pengajuan KUR di bank oleh pelaku usaha, hingga terealisasi.

Baca Juga
Lihat juga...