Kemenag, Aplikasi Haji Pintar Sudah Bisa Didapat pada Playstore

Editor: Satmoko

292
Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis aplikasi Haji Pintar sudah dapat di unduh di playstore untuk membangu jemaah haji Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (15/7/2018). Foto Ist

JAKARTA – Kementerian Agama menghadirkan kembali layanan berbasis digital pada musim haji 2018 yaitu aplikasi Haji Pintar dengan versi terbaru kini sudah dapat di download di playstore. 

“Alhamdulillah saat ini aplikasi Haji Pintar sudah bisa diunduh,” terang Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, melalui pesan tertulis kepasa waratwan di Jakarta Pusat, Minggu (15/07/2018).
 
Menurut Sri, aplikasi ini sangat membantu para jemaah haji Indonesia. Fitur aplikasi tersebut sangat mudah digunakan. Aplikasi ini dengan ikon gambar kabah dengan tulisan ‘Haji Pintar. Pada aplikasi itu terdapat sejumlah informasi tentang layanan tersaji dalam yakni informasi seputar akomodasi, transportasi dan konsumsi yang akan diterima oleh jemaah selama di Saudi.
 
Dengan memasukkan nomor kloter,  misal JKG 01 untuk jemaah kloter satu embarkasi Jakarta-Pondok Gede, maka jemaah sudah bisa mengetahui di mana hotel mereka saat di Madinah dan Makkah,” terangnya.
Selain itu,  ada juga info jadwal penerbangan,  cuaca di Arab Saudi,  Hajipedia atau istilah seputar haji dan umrah serta sejumlah video tutorial penggunaan sarana prasarana yang akan diterima jemaah selama di Tanah Suci.
“Aplikasi ini juga menyediakan fitur pengaduan bagi jemaah yang berangkat tahun ini. Jemaah haji dapat menyampaikan persoalan yang didapati selama menjalankan ibadah haji dengan akses login menggunakan nomor paspornya,” jelasnya.
Kemudian Sri berharap, dengan adanya layanan ini dapat memberikan kemudahan kepada jemaah dalam mengakses beragam informasi seputar ibadah haji tahun 2018.
“Bagi calon jemaah haji yang belum berangkat tersedia juga layanan perkiraan atau estimasi keberangkatan. Calon jemaah haji bisa mengecek perkiraan tahun keberangkatan mereka dengan memasukkan nomor porsi pendaftaran,” tuturnya.
Sebelumnya, Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) meluncurkan aplikasi Haji Pintar versi terbaru selama jamaah berada di tanah suci.
Aplikasi Haji Pintar ini bakal memanjakan para jamaah haji di Tanah Suci tahun ini, kendati banyak jamaah dengan pendidikan rendah.
“Masih dikembangkan aplikasi dan fitur-fiturnya. Rencananya akan kita luncurkan sebelum keberangkatan jamaah haji,” kata Sri Ilham Lubis, Jakarta Timur, Rabu 30 Mei 2018.
Adapun tujuan dibuatkan aplikasi terbaru ‘Haji Pintar’ ini untuk monitoring jamaah haji selama di tanah suci. Dengan demikian, para pengunduh aplikasi ini tidak khawatir akan tersasar, kalopun tersasar akan mudah termonitoring.
“Aplikasi nantinya akan lebih mudah dilacak oleh panitia, serta bisa diketahui siapa petugas-petugas haji yang paling dekat letaknya untuk kemudian memberikan bantuan,” tuturnya.
Dia mencontohkan, misalnya terlacak jamaah yang berputar-putar tak jelas di area tertentu, petugas bisa mendatangi dan menawarkan bantuan.
Aplikasi haji pintar yang bakal dikeluarkan Kementerian Agama melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) tersebut merupakan generasi termutakhir sejak dikembangkan pada 2015.
Pada aplikasi terbaru ini ditambahkan beberapa fitur baru, seperti Alquran, jadwal shalat, informasi ziarah baik di Makkah dan Madinah, nilai tukar rupiah terkini, dan rencana perjalanan ibadah haji. “Jadi ia semacam ensiklopedia haji,” kata Sri.
Selain panduan dan informasi pelaksanaan ibadah haji, aplikasi haji pintar juga memuat informasi tahun keberangkatan jamaah haji,lokasi pemondokan di Tanah Suci, informasi konsumsi, cuaca, rute bus shalawat, kesehatan, doa-doa, hingga layanan pengaduan.
Layanan pengaduan tersebut, kata Sri penting guna mengevaluasi kinerja rekanan penyelenggara ibadah haji di Tanah Suci seperti penyedia pemondokan dan katering.
Aplikasi Haji Pintar 2018 dapat diunduh gratis di Google Play Store. Sayangnya aplikasi ini belum tersedia untuk platform iOS.
Selain itu, Sri mengatakan salah satu kendala yang sering terjadi di awal kedatangan jamaah haji adalah kebingungan mencari lokasi hotel. Tidak sedikit jamaah yang tersesat. Apalagi, mayoritas jamaah haji Indonesia berusia lanjut. Karena itu, dia memberikan beberapa tips agar risiko tersebut tidak terulang. Pertama, jamaah perlu segera melakukan orientasi lingkungan pemondokan.
”Jangan langsung umrah. Kenali dulu lingkungannya,” kata Sri.
Jika meninggalkan pemondokan, lanjutnya, sebaiknya membawa kartu nama hotel. ”Ini penting juga, jangan melepas gelang identitas jamaah,” ingatnya.
Sebab, pada gelang tersebut terdapat informasi maktab atau penginapan. Selain itu, gelang jamaah haji tahun ini dilengkapi QR Code yang bisa dipindai dengan aplikasi Haji Pintar. Dengan QR Code tersebut, petugas haji bisa mengetahui dengan cepat identitas jamaah yang harus dibantu.
Dia juga mengingatkan agar jamaah tidak meninggalkan dokumen identitas diri. Jamaah juga sebaiknya membawa peta pemondokan dan rute ibadah yang dibagikan PPIH Kemenag. ”Jangan pergi sendirian. Usahakan pergi bersama teman-temannya,” kata Sri Ilham.
Setelah itu, jamaah juga sebaiknya memberi tahu ketua rombongan atau ketua kloter jika hendak bepergian. Jika ada jamaah tersesat, lanjutnya, tak perlu panik. Sebab, di dekat Masjidil Haram ada sektor khusus yang diisi anggota TNI-Polri. Jamaah bisa menuju sektor itu jika lupa jalan pulang ke maktab. Berbekal identitas dan keterangan maktab, jamaah bisa meminta bantuan askar Arab Saudi. Biasanya mereka akan langsung mengantar ke maktab yang bersangkutan.
”Ini juga penting. Jangan saling tukar gelang antar jamaah. Kalau mau tukar-tukaran gelang, tunggu kembali ke Tanah Air saja,” jelasnya.
Baca Juga
Lihat juga...