Kenaikan Harga BBM, Ancam Daya Beli

Editor: Koko Triarko

256
Peneliti INDEF, Esa Suryaningrum pada diskusi di ITS Tower, Jakarta, Selasa (3/7/2018). -Foto: Sri Sugiarti
JAKARTA – Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esa Suryaningrum, menilai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi bisa memicu inflasi, karena kenaikan biaya-biaya produksi (cost push inflation).
Menurutnya, walaupun kenaikan terjadi pada BBM nonsubsidi, tapi dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat.
“Pada 1 Juli 2018, ada kebijakan kenaikan harga BBM nonsubsidi. Meskipun nonsubsidi, kenaikan ini pasti akan berdampak daya beli terancam,”  kata Elsa, dalam diskusi di ITS Tower, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (3/7/2018).
Dia menyebutkan, kenaikan harga BBM bisa berdampak pada persoalan lain dalam pertumbuhan ekonomi. Hampir 30 persen dari penghasilan masyarakat dihabiskan untuk keperluan BBM atau transportasi.
Maka, katanya, secara otomatis masyarakat akan mengurangi konsumsinya terhadap barang-barang kebutuhan. Hal ini dilakukan oleh masyarakat adalah untuk mengkompensasi kenaikan harga beberapa jenis BBM nonsunsidi yang naik pada 1 Juli 2018, lalu.
“Dampak kenaikan harga BBM sudah jelas terjadi cost push inflation. Akibatnya daya beli masyarakat juga melemah atau turun,” kata Elsa.
Dia mengatakan, melemahnya nilai tukar rupiah menyentuh posisi Rp 14.331 per dolar Amerika Serikat menjadi salah satu pengaruh naiknya harga BBM.
Elsa berharap, pemerintah bisa mengambil sikap menanggulangi kenaikan ini yang berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat. Jika tidak segera ditanggulangi, akan berdampak pada melemahnya pertumbuhan ekonomi nasional.
Seperti diketahui, PT. Pertamina (Persero) telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax pada Minggu (1/7). Harga Pertamax naik Rp600 menjadi Rp 9.500 per liter.
Kemudian harga Pertamax Turbo naik Rp600 menjadi Rp10.700 per liter. Sedangkan harga Pertamina Dex naik Rp500 menjadi Rp10.500 per liter dan harga Dexlite naik Rp900 menjadi Rp 9.000 per liter.
Lihat juga...

Isi komentar yuk