Kerajinan ‘Sedotan Bambu’ NTB Tembus Pasar Eropa dan Asia

Editor: Koko Triarko

487
Lombok – Salah satu hasil kerajinan yang banyak diminati wisatawan yang datang ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, adalah beragam kreasi kerajinan bambu.
Mulai dari kursi, lukisan, tempat lampu, gelas, piring, pensil dan beberapa hasil kerajinan bambu lain. Dari beberapa jenis hasil kerajinan bambu tersebut, sedotan bambu menjadi salah satu hasil kerajinan yang banyak dipesan.
Reni, warga Desa Batukliang, Lombok Tengah mengikat hasil kerajinan sedotan bambu yang telah diukir/Foto: Turmuzi
“Kerajinan bambu berupa sedotan, termasuk cukup laku dan banyak pesanan dari wisatawan, baik secara langsung maupun melalui online“, kata Reni, perajin bambu di Desa Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (10/7/2018).
Hasil kerajinan sedotan bambu merupakan kerajinan yang jarang ditemukan di NTB. Kebanyakan kerajinan bambu yang dihasilkan umumnya berupa piring, tempat lampu, bejana, tempat buah dan beberapa hasil kerajinan lainnya.
Dari sisi pemasaran, hasil kerajinan sedotan bambu juga telah merambah dan melanglang buana hingga pasar luar negeri, seperti negara Swiss, Belgia, Jerman dan beberapa negara Asia, seperti Malaysia, Singapura dan Australia.
“Bahkan saat ini, kelompok kami tengah membuat sedotan bambu pesanan dari Belgia”, katanya.
Kerajinan tersebut murni dari bambu, tidak ada tambahan bahan lain. Bambu yang dipilih juga  merupakan bambu berkualitas. Tujuannya untuk menciptakan hasil sedotan bambu yang kuat.
Sarah, perajin lain, mengatakan, Kawasan Batukliang merupakan kawasan yang memiliki potensi bambu cukup besar, itulah kemudian yang menginspirasinya bersama perajin lain mengangkat potensi tersebut sebagai branding mandiri di wilayahnya.
Awalnya, kelompok kerajinan Mahuni Desa Batukliang membuat kerajinan berupa tempat tisu, tempat pensil, kap lampu, dan banyak lagi, sebagaimana yang dibuat kebanyakan perajin bambu di Lombok.
“Tapi, seiring perjalanannya ada yang minta dibuatkan sedotan,” sambungnya.
Banyaknya permintaan itulah yang membuat Sarah bersama anggota kelompok perajin lain mulai membuat sedotan dari bambu. Pembuatan kerajinan sedotan bambu memakan waktu satu minggu, tergantung cuaca.
Proses pembuatannya diakui Mahuni cukup rumit, terutama kreasi ukiran dan pewarnaan, karena masih mengandalkan sinar matahari langsung. “Untuk satu biji kerajinan sedotan bambu, dihargai Rp3.500, yang sudah diukir”, terangnya.
Lihat juga...

Isi komentar yuk