Kerajinan Surfboard Carving Bali Semakin Diminati Wisman

Editor: Mahadeva WS

193

BADUNG – Satu lagi kerajinan dari Bali yang menarik wisatawan mancanegara untuk dijadikan oleh-oleh. Surfboard Carving adalah miniatur sebuah papan seluncur yang mendapatkan kreasi dengan cara di cukil.

Jayus, salah seorang perajin mengatakan, kerajinan Surfboard Carving berbahan kayu tersebut mulai dikenal sejak 15 tahun belakangan. Ide membuat kerajinan tersebut bermula dari coba-coba membuat lukisan dari kertas foto dengan menggunakan pisau kater kecil.

Jayus adalah orang yang pertama kali membuat kerajinan tersebut di Bali. Dengan hanya berbekal alat pemahat kecil sederhana, Jayus mampu hasilkan karya seni lukis mulai dari pemandangan pantai, gunung dan nama yang begitu indah sehingga diminati oleh wisatawan asing asal Hawai, Spanyol dan Australia.

Jayus salah seorang seniman sedang membuat kerajinan Surfboard Carving khas Bali.-Foto: Sultan Anshori

“Akhirnya saya pun mempunyai ide untuk membuat kerajinan ini. Kalau surfing yang dilukis menggunakan cat itu kan banyak mas. Surfboard Carving Bali ini semakin hari semakin diminati oleh para wisatawan. Dalam artian kerajinan ini tidak tergantung dengan musim. Berbeda dengan kerajinan lain mas yang cenderung musiman. Seperti kerajinan surfing cat misalnya sekarang peminatnya sudah berkurang,” ucap Jayus saat ditemui di tempat usahanya di jalan Sriwijaya, Kuta, Badung, Bali, Selasa, (17/7/2018).

Bahan baku kerajinan berasal dari Situbondo. Kayu yang dipilih untuk membuat kerajinan tersebut jenis mahoni, Suar dan Bintaos. Kerajinan yang dibuat mulai dari ukuran 40 sentimeter hingga ukuran satu meter. Dalam sehari Jayus bisa menyelesaikan puluhan kerajinan tergantung dari ukuran dan jenis gambar yang dilukis.

“Tapi yang paling laris biasanya ukuran 40 sentimeter ini mas. Turis sukanya dengan ukuran ini. Paling banyak peminatnya dari Hawai. Diantara bahan baku yang paling bagus itu, kayu Bintaos (kayu khas Jawa Timur) memiliki kualitas yang bagus karena kuat terhadap rayap,” imbuh laki-laki asli Malang Jawa Timur tersebut.

Selain menjualnya langsung kepada wisman yang datang ke tokonya, Jayus juga menjual karyanya ke para pemilik artshop di kawasan legian dan Kuta. Harga jual satu buah Surfboard Carving Bali ukuran 40 sentimeter Rp25 ribu. Sementara untuk ukuran satu meter dijual hingga ratusan ribu, tergantung dari tingkat kesulitan gambar yang dibuat.

Dalam satu pekerjaan atau usaha sudah pasti ada kendala yang dihadapi. Begitupun juga yang dirasakan oleh Jayus. Salah satunya kesulitan yang ditemui adalah untuk membuat logo merek tertentu. Lukisan yang dipahat harus sama persis dengan penampakan ada di foto logo tersebut. Sementara, jika sekali salah gores, maka bahan tidak bisa dibuat lagi.

“Logo ini kan banyak macam, dan detailnya pun beragam. selain itu, kendala lain yang saya hadapi adalah jika mendapatkan kualitas bahan baku yang tidak sesuai. Namanya juga kayu mas tidak semua memiliki serat dan tekstur kayu yang mulus alias masih ada mata kayunya,” pungkas Jayus.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.