Keramba Jaring Apung di Danau Toba Perlu Ditertibkan

215
Ilustrasi -Dok: CDN
MEDAN – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara, meminta kepada pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, agar menertibkan keramba jaring apung untuk budi daya ikan di kawasan Danau Toba.
Direktur Eksekutif WALHI Sumut, Dana Prima Tarigan, mengatakan keramba jaring apung itu bisa menimbulkan pencemaran dan mengganggu program pariwisata setempat yang sedang ditata oleh pemerintah.
Ia mengemukanan, pentingnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengevaluasi keberadaan KJA di Danau Toba.
“Hal itu dilakukan, agar jangan sampai mengganggu keindahan objek wisata Danau Toba yang cukup terkenal di dunia,” ujar Dana.
Ia mengatakan, Kementerian Pariwisata juga harus mempertimbangkan keberadaan KJA di kawasan Danau Toba, karena bisa membuat tidak nyaman para wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.
“Yang namanya lokasi objek wisata seperti Danau Toba harus bersih dari KJA, dan ini akan mengganggu pemandangan serta tidak boleh dibiarkan,” ucapnya.
WALHI Sumut mendukung kebijakan Pemprov Sumut yang akan membatasi budi daya ikan di Danau Toba dari 35 ribu ton, menjadi 10 ribu ton per tahun.
Ia mengatakan, ketidakmungkinan kawasan Danau Toba hanya terlihat berjejer KJA milik sejumlah perusahaan swasta atau pemodal besar.
Pihak swasta tersebut, katanya, juga harus mendukung program pariwisata di Danau Toba, karena hal itu telah dicanangkan oleh pemerintah.
Selain itu, katanya, pengusaha KJA juga dapat mematuhi imbauan pemerintah agar tidak memperbanyak KJA di perairan Danau Toba.
“WALHI mendukung program pemerintah mewujudkan perairan Danau Toba itu bersih dan tertib, serta tidak ada terjadi pencemaran lingkungan,” kata pemerhati lingkungan itu. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...