banner lebaran

Khofifah-Emil dan Sutiaji-Sofyan Peroleh Suara Terbanyak di Kota Malang

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

196

MALANG — Dari hasil rekapitulasi suara pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Malang menempatkan pasangan calon nomer urut satu Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak sebagai penerima suara terbanyak dalam pemilihan gubernur Jawa Timur.

Sementara dalam pemilihan walikota Malang, pasangan nomer urut tiga, Sutiaji dan Sofyan Edi mampu mengungguli perolehan suara dari dua pasangan lainnya.

Ketua KPU kota Malang, Zaenudin menyebutkan, berdasarkan rekapitulasi di kota Malang untuk pemilihan gubernur jumlah pemilihnya sebanyak 398.568. Dengan rincian paslon satu memperoleh 199.054 dan paslon nomer dua 180.818.

“Sedangkan untuk pemilihan Wali Kota Malang, jumlah pemilih hampir sama yakni 397.822, dengan rincian paslon satu perolehan suaranya 69.973, paslon dua 135.710 dan paslon tiga 165.194,” jelas Zaenudin di Malang, Kamis (5/7/2018).

Ketua KPU Kota Malang, Zaenudi. Foto: Agus Nurchaliq

Dengan jumlah suara yang masuk tersebut, menurut Zaenudi jika di rata-rata jumlah partisipasi di kota Malang sejumlah 65,66 persen. Dimana angka tersebut memang tidak sesuai dengan target KPU yakni 70 persen partisipasi.

“Tapi jika dibandingkan Pilkada 2013, ada kenaikan jumlah partisipasi sebanyak kurang lebih satu persen, karena kemarin hanya 64,5 persen,” akunya.

Disebutkan juga, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait jumlah partisipasi yang tidak sesuai target dari KPU.

“Semua proses tahapan tersebut akan kita evaluasi sehingga nanti akan ada gambaran kira-kira tahapan mana yang perlu kita tingkatkan dan faktor partisipasi yang perlu kita galakkan di sektor mana,” ucapnya.

Namun demikian, disampaikan Zaenudin, pada prinsipnya pelaksanaan rekapitulasi di tingkat kota Malang berjalan aman, lancar dan hanya ada permintaan dari salah satu saksi untuk C6 yang tidak terdistribusi agar dibuatkan berita acaranya.

Terkait dengan C6 atau surat pemberitahuan kepada pemilih yang tidak terdistribusikan tersebut, ia menjelaskan, terdapat berbagai faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi yakni karena meninggal dunia, pindah alamat, tidak dikenal, tidak dapat di temui dan lain-lain.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.