KOMANDO V Unjuk Rasa di Gedung MK

Editor: Koko Triarko

817
JAKARTA — Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia yang tergabung dalam Komando V, berunjuk rasa di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (9/7/2018).
Massa Aksi meminta, agar Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum diletakkan sebagai hierarki tertinggi perundang-undangan yang merupakan hadiah besar untuk rakyat Indonesia.
“Mahasiswa sebagai agent of change, agent of sosial control, dan Iron Stock yang pada nafas pergerakannya murni sebagai penyambung lidah masyarakat kepada pemerintah yang sedang berkuasa. Karena itu, kami mahasiswa yang tergabung dalam KOMANDO V (Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia V) bertempat di Jakarta pada 7-9 Juli 2018, menyatakan, bahwa Pancasila selama ini tidak pernah berada pada tata hierarki tertinggi perundang-undangan di Indonesia,” kata Heru Wahyudi, dalam orasinya di depan Gedung MK, Jakarta, Senin (9/7).
Menurutnya, hal itu dikuatkan dengan tidak masuknya Pancasila sebagai urutan perundang-undangan yang tepatnya pada Pasal 7 Undang-Undang No. 12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.
Tridharma Perguruan Tinggi yang berada di dalam Undang-Undang No. 12/2012 Tentang Pendidikan Tinggi, menjadi akar pemikiran serta langkah gerak kita dalam KOMANDO V, yang di dalamnya terdapat aspek pendidikan, penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat di saat pengimplementasian Tridharma Perguruan Tinggi kita selalu menemukan tembok permasalahan besar, yakni permasalahan sistem yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
“Karena itu, Pancasila harus ditetapkan sebagai hierarki tertinggi dalam sistem perundang-undangan di Indonesia, sebagai solusi dari permasalahan. Baik pada aspek hukum, politik, ekonomi, budaya, keamanan, pertahanan, dan hubungan internasional” ungkapnya.
Masih banyaknya aturan perundangan-undangan yang di dalamnya terdapat pasal-pasal yang tidak sesuai dengan Pancasila, kata Heru, harus digugurkan dan dikembalikan kepada nilai-nilai Pancasila. Agar segala aspek permasalahan di Indonesia bisa diselesaikan dengan sistem yang benar, karena Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum adalah pintu kepastian Pancasila sebagai hirarki tertinggi.
“Atas dasar Tridharma Perguruan Tinggi, kita mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Komando V menyatakan sikap, yakni; menuntut penyelenggara negara memegang teguh dan segera menetapkan Pancasila menjadi hierarki tertinggi dalam sistem berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Selain itu, Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum dan diletakkan sebagai hierarki tertinggi perundang-undangan adalah hadiah besar untuk rakyat Indonesia pada momentum 73 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, karena Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia merdeka.
“Bila penyelenggara negara Indonesia tidak meletakkan Pancasila sebagai hierarki tertinggi pada momentum 73 Tahun kemerdekaan Repubiik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2018, bila pernyataan Manifesto Komando V tidak ditanggapi baik dan objektif, maka kita putra-putri lndonesia menyerukan mogok nasional pada 28 Oktober 2018 sebagai semangat Sumpah Pemuda dalam menunjukan kekuatan Pancasila”, katanya.
Baca Juga
Lihat juga...