Komnas HAM-LPSK-KPPU Beri Dukungan Penuntasan Kasus Novel

JAKARTA — Perwakilan para pegawai dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) serta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memberikan dukungan untuk upaya Wadah Pegawai (WP) KPK menuntaskan kasus Novel.

“Pada hari ini Wadah Pegawai KPK menerima kunjungan dari perwakilan pegawai Komnas HAM, LPSK dan KPPU yang mendukung upaya WP KPK yang ingin menuntaskan kasus bang Novel. Kami menyambut hangat dan mengucapkan terima kasih atas dukungan tersebut,” kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap di gedung KPK Jakarta, Senin (9/7/2018).

Perwakilan pegawai ketiga lembaga itu adalah Tommy Permana (LPSK), Fauzan Faradli (Komnas HAM) dan Dina Safitri (KPPU).

“Pegawai LPSK, KPK, Komnas HAM, dan KPPU sepakat bahwa penyerangan terhadap Bang Novel juga bisa terjadi di lembaga-lembaga yang ingin bekerja menuntaskan amanat reformasi sebagai risiko pekerjaan, untuk itulah atas nama solidaritas dan kemanusiaan perwakilan pegawai lembaga tersebut datang dan bertemu,” tambah Yudi.

Dalam pertemuan tersebut disepakati tiga hal yang akan menjadi perhatian bersama. Pertama, diperlukan penguatan lembaga-lembaga pasca reformasi di tengah upaya adanya upaya pelemahan.

Kedua, diperlukan adanya perlindungan dan jaminan keselamatan untuk pegawai yang melaksanakan perintah undang-undang Dan ketiga, akan dilakukan proses komunikasi terus menerus untuk pembentukan forum komunikasi pegawai lintas lembaga negara serta memperluas jaringan ke lembaga negara lainnya.

Seperti diketahui, penyidik senior KPK Novel Baswedan sudah kembali ke Indonesia pada 22 Februari 2018 dari pengobatan selama lebih dari 10 bulan sejak kedua matanya disiram air keras oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai salat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya.

Pada Kamis (28/6) dokter melakukan operasi kecil pada mata kiri Novel Baswedan di Singapura. Sebelum pemeriksaan, selama beberapa hari Novel mengeluh pandangannya pada mata kirinya berkurang.

Setelah pulang ke tanah air, Novel memang mengaku masih mendapat teror sepulang menjalani operasi mata di Singapura. Dia mengatakan melihat terduga pelaku penyerangan berada di seberang rumahnya saat baru sampai di Indonesia pada 22 Februari 2018.

WP KPK juga sudah bertemu Komnas HAM pada Jumat (29/6) di kantor Komnas HAM terkait berlarut-larutnya kasus Novel Baswedan tersebut. (Ant)

Lihat juga...