KONI Balikpapan Kesulitan Pengadaan Alat dan Pakaian Tanding

Editor: Mahadeva WS

219
Kepala Bidang Perencanaan dan Anggaran (RENA) KONI Balikpapan Hasbi Muhammad - Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – KONI Balikpapan kesulitan melakukan pengadaan alat dan pakaian tanding atlet. Keberadaanya dibutuhkan Cabang Olahraga (Cabor) untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang diselenggarakan akhir 2018 di Kabupaten Kutai Timur.

Kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan anggaran yang dimiliki. Sementara untuk pengadaan alat dan pakaian tanding tersebut membutuhkan anggaran yang cukup besar. “Sementara ini sudah ada 10 cabor yang mengajukan pengadaan alat dan pakaian tanding. Untuk 10 cabor saja sudah mencapai Rp1,4 miliar,” ungkap Kepala Bidang Perencanaan dan Anggaran (RENA) KONI Balikpapan Hasbi Muhammad, Senin (2/7/2018).

Menurutnya, apabila tidak ada tambahan anggaran dari pemerintah, KONI Balikpapan bakal kesulitan mewujudkan mimpi menjadi juara umum Porprov Kutim akhir tahun nanti. “Ya, sejauh ini KONI Balikpapan hanya mendapat hibah sebesar Rp5 miliar dari Pemerintah Kota Balikpapan,” imbuh Hasbi.

Pada Porprov nanti terdapat 53 cabor yang dipertandingkan. Total anggaran yang diperlukan untuk seluruh cabor kemungkinan mencapai Rp4 miliar. Jumlah tersebut, mengacu pada penyelenggaraan Porprov 2014 silam.

Sebelumnya, Ketua DPRD Abdullah sempat menjanjikan bakal ada tambahan Rp 5 miliar untuk KONI Balikpapan yang bakal dikucurkan lewat APBD-Perubahan. “Kami upayakan, jika ada tambahan tentu akan meringankan lah,” sebutnya.

Kendati ada tambahan anggaran, Hasbi menambahkan akan memberlakukan skala prioritas dalam pengadaan alat dan pakaian tanding atlet. Misalkan khusus cabor anggar saja mereka mengajukan anggaran sebesar Rp 391 juta. Pengajuan ini diakui Hasbi memang wajar, mengingat untuk pengadaan pedang saja, satu buahnya perlu Rp 3,5 juta. “Sementara masing-masing atlet standarnya harus punya tiga waktu bertanding,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.