Kontekstualisasi Teologi Hindu Teks Adiparwa

Editor: Satmoko Budi Santoso

230
Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara mengucapkan selamat kepada Ida Bagus Subrahmaniam Saitya atas promosi Doktor ilmu agama Pascasarjana IHDN Denpasar, Rabu (25/7). Foto Sultan Anshori

DENPASAR – Motto pelayanan Sewaka Dharma Pemkot Denpasar yang berarti melayani adalah kewajiban menjadi bahan penelitian salah satu Mahasiswa Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar.

Ida Bagus Subrahmaniam Saitya yang melakukan penelitian motto Sewaka Dharma tersebut mengambil spirit dari perjamuan Raja Janamejaya yang ada dalam teks Adiparwa.

Hal tersebut terungkap pada ujian terbuka promosi doktor ilmu agama Pascasarjana IHDN Denpasar, yang tampak dihadiri Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, Rabu (25/7/2018) di kampus Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar.

Sekda Kota Denpasar, A.AN Rai Iswara, di sela-sela kegiatan tersebut mengatakan, penelitian yang dilakukan Ida Bagus Subrahmaniam Saitya sangat menarik sekali dalam membahas tentang motto Sewaka Dharma.

“Tentu ini menjadi sebuah penelitian yang nantinya dapat menjadi referensi bagi masyarakat dan pelajar di Kota Denpasar dalam mengetahui filosofi dari motto pelayanan ASN Pemkot Denpasar. Motto Sewaka Dharma yang dicanangkan Walikota Rai Mantra bersama Wakil Walikota Jaya Negara tentu telah mengakar di kalangan ASN Denpasar serta telah mampu menjadi perubahan mindset kinerja aparatur yang ada,” kata Sekda Iswara kepada sejumlah awak media.

Disamping itu motto ini juga sebagai langkah reformasi birokrasi Pemkot Denpasar yang saat ini telah dilakukan dengan pendekatan Smart City.

“Semoga disertasi yang mengangkat judul penelitian Kontestasi Teologi Hindu Teks Adiparwa di Kota Denpasar yang melihat bahwa Sewaka Dharma berada dalam teks Adiparwa mampu menjadi bahan acuan pembelajaran dan penerapan karya sastra di Kota Denpasar,” ujarnya.

Sementara, Ida Bagus Subrahmaniam Saitya, dalam pemaparan disertasi di depan para promotor mengatakan bahwa Adiparwa merupakan bagian awal dari kitab Mahabharata. Adiparwa dapat dipandang terdiri atas dua bagian tersendiri.

Bagian pertama, menyajikan kerangka mengenai epos Bharata. Cerita upacara korban atas perintah Raja Janamejaya dengan tujuan untuk memusnahkan para naga. Yang kedua berisikan silsilah para Pandawa dan Kurawa, kelahiran dan masa muda mereka hingga pernikahan Arjuna dengan Subadra.

“Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, mengkaji dan menganalisis unsur-unsur ajaran teologi Hindu yang terdapat di dalam teks Adiparwa, dan kontekstualisasi ajaran teologi Hindu teks Adiparwa di Kota Denpasar. Seperti salah satunya Motto Sewaka Dharma yang berarti melayani adalah kewajiban mengambil spirit dari perjamuan Raja Janamejaya yang ada pada teks Adiparwa,” kata Ida Bagus Subrahmaniam Saitya.

Tentu hal ini juga sejalan dengan visi dan misi Kota Denpasar yakni berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan. Teologi Hindu teks Adiparwa sebagai keimanan tradisional berfungsi secara aktual sekaligus sebagai landasan etik dan motivasi tindakan umat Hindu di Kota Denpasar.

Kontekstualisasi teologi Hindu teks Adiparwa sangat berguna terhadap kehidupan beragama umat Hindu di Kota Denpasar, baik secara tattwa, susila, dan acara.

Baca Juga
Lihat juga...