Korban Keracunan Makanan di Candipuro Berangsur Membaik

Editor: Koko Triarko

341
LAMPUNG – Tiga hari pascainsiden keracunan makanan, kondisi sejumlah korban yang merupakan warga di Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, berangsur membaik, setelah menjalani perawatan dan penanganan dari petugas kesehatan di posko kesehatan dan Puskesmas, Kamis (5/7/2018).
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Unit Pelaksana Tekhnis Dinas Kesehatan Puskesmas Rawat Inap Candipuro, Sholatan, menyebut, total ada 331 warga korban keracunan setelah menyantap hidangan hajatan di Desa Banyumas. Sebagian warga masih menjalani rawat inap di enam lokasi perawatan.
Sholatan, Kasubag TU Puskesmas Candipuro [Foto: Henk Widi]
Sebanyak 331 orang terkena gejala diare, mual, pusing, di antaranya dirawat di Posko Kesehatan yang didirikan di Desa Banyumas, Puskesmas Candipuro, Puskesmas Sidomulyo, RSUD Bob Bazaar Kalianda, Klinik Perawatan Dokter Hendra, Klinik Dokter Nyoman di Candipuro.
Berdasarkan data resmi, 227 pasien hanya menjalani rawat jalan di Puskesmas Candipuro.
“Puskesmas Candipuro terus membuka layanan bagi sejumlah warga yang diduga keracunan, karena ada yang mengalami gejala sehari setelah makan, sebagian harus menjalani rawat inap dan sebagian rawat jalan,” terang Sholatan, saat dikonfirmasi, Kamis (5/7/2018).
Sebanyak 227 warga korban keracunan yang menjalani rawat jalan didominasi oleh warga yang berusia  lima 5 tahun hingga 50 tahun. Sementara, 104 warga masih menjalani perawatan di sejumlah lokasi perawatan, 41 orang dirawat di posko kesehatan di rumah warga Banyumas, 36 orang dirawat di UPT Puskesmas Rawat Inap Candipuro, lima orang di UPT Puskesmas  Rawat Inap Sidomulyo, dan 13 orang dirawat di RSUD Bob Bazar Kalianda, lima orang dirawat di Klinik Dokter Hendra dan empat orang dirawat di Klinik Dokter Nyoman di Candipuro.
Sholatan memastikan, hingga Kamis (5/7) ini, belum ada pasien baru yang datang untuk berobat ke Puskesmas Candipuro. Ia juga memastikan, penanganan telah dilakukan dengan memberikan cairan infus, agar pasien yang sudah buang air besar dan muntah tidak dehidrasi.
Ia juga menampik, kabar yang beredar di media sosial terkait jatuhnya korban meninggal akibat keracunan. Data korban yang akurat serta penanganan kejadian keracunan tersebut bisa diperoleh dari UPT Puskesmas Candipuro yang memiliki catatan terkait data dan kondisi, diagnosa sekaligus penanganan pemberian obat.
“Penanganan maksimal sudah kita lakukan untuk mengobati pasien yang terindikasi keracunan, sebagian bahkan sudah bisa pulang,” papar Sholatan.
Kepala Desa Banyumas, Gunawan, saat dihubungi juga menyebut pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan sudah mengambil sampel makanan.
Sampel makanan tersebut sudah dibawa ke Bandarlampung untuk diteliti di laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM). Ia pun masih menunggu hasil laboratorium keluar untuk mengetahui virus atau bakteri penyebab kasus diare massal di desa Banyumas.
Yulita (19), salah satu pasien yang sudah pulang dan hanya menjalani rawat jalan menyebut, baru pertama kali mengalami mual setelah menyantap makanan.
Akibat keracunan itu, Ia mengaku harus mendapatkan infus sebanyak dua botol atau 500 mililiter untuk memulihkan kondisinya. Pascakejadian tersebut, Yulita mengaku akan berhati-hati mengonsumsi makanan. Ia juga hanya mau meminum air putih, karena kondisinya belum pulih dan belum memiliki nafsu makan.
Baca Juga
Lihat juga...