Korcam STBM Tanjungbintang Entaskan BABS Lewat Gerebekan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

241

LAMPUNG — Peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan. Sektor menjadi perhatian di antaranya pembuatan jamban sehat untuk mengentaskan kebiasaan warga melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau dikenal dengan Open Defecation Free (ODF).

Warsito, koordinator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (Korcam STBM) kecamatan Tanjungbintang menyebutkan, dari 16 desa sembilan di antaranya sudah bebas ODF bulan ini. Proses verifikasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Tanjungbintang tercatat 6 desa yang masih tersisa.

“Upaya gerebekan atau kerja bersama dengan berbagai pihak terus digalakkan agar semua desa bebas dari BABS,” sebutnya di Tanjungbintang, Jumat (13/7/2018).

Devi Arminanto (berdiri), Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat Dinkes Lamsel menemui ibu ibu yang anaknya masih mengalami stunting di desa Kemukus kecamatan Ketapang [Foto: Henk Widi]
Gerebekan melibatkan unsur Dinkes, TNI, Polri, Sanitarian termasuk para relawan yang dikenal dengan tentara STBM. Pendampingan mulai dari proses rancang bangun jamban sehat hingga bisa digunakan. Hingga bulan ini, verifikasi akan dilakukan di desa Budi Lestari dan Trimulyo.

“Kesehatan lingkungan selama ini ikut mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka kesakitan termasuk penurunan angka stunting yang di dalamnya ikut dipengaruhi oleh sanitasi lingkungan,” terang Warsito,.

Warsito menyebutkan, kesadaran warga untuk bebas dari BABS terlihat dengan adanya gerebekan. Dukungan dari desa yang mengalokasikan Dana Desa (DD) untuk program pembuatan jamban sehat melalui bantuan material berupa closet, pipa pvc, besi, semen, pasir, batu bata turut memberikan andil penting. Selanjutnya proses pengerjaan dilakukan bergotongroyong melibatkan masyarakat secara bergantian.

Melalui gerebekan tersebut Warsito berharap dari sejumlah desa yang belum bebas ODF dapat dikejar hingga akhir 2018.

Sesuai data sejumlah desa di kecamatan Tanjungbintang yang dipastikan sudah ODF
pada bulan Juli di antaranya Jati Indah, Rejomulyo, Sindangsari, Purwodadi Simpang, Jatibaru, Serdang, Budi Lestari, Trimulyo.

Sementara itu, terkait peranan desa desa di Lamsel dalam upaya ODF, Devi Arminanto, Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat Dinkes Lamsel menyebut STBM memiliki peranan dalam penurunan stunting (gizi buruk kronis). Sesuai dengan visitasi Kementerian Kesehatan pada bulan April lalu menyebutkan angka stunting di Lamsel bisa diturunkan pada 2018.

“Sinergi lintas sektoral di antaranya upaya pengentasan ODF melalui kegiatan STBM dan sektor lain diharapkan bisa menekan angka stunting,” paparnya.

Devi Arminanto menyebut kasus stunting diakuinya bukan hanya berkaitan dengan kekurangan gizi. Sebab selain asupan gizi yang cukup, pendidikan yang baik kegiatan penyuluhan PHBS, STBM di masyarakat ikut menyumbang penurunan stunting. Ketersediaan air bersih melalui sanitasi yang baik diakuinya bisa dicapai oleh program pengentasan desa dari BABS sehingga derajat kesehatan makin baik salah satunya turunnya angka stuntung ditargetkan akan terjadi pada tahun 2022.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.