Korupsi Rehabilitasi Sekolah, Anies Minta Polisi Menyelidiki

Editor: Mahadeva WS

248

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta kepolisian untuk menyelidiki dugaan korupsi proyek rehabilitasi sekolah di DKI Jakarta. Tercatat ada 119 sekolah dari tingkat SD, SMP dan SMA yang direhabilitasi di 2017.

Selain polisi, Anies juga meminta seluruh pejabat DKI untuk kooperatif dengan penyidik kepolisian. “Sebenarnya bukan dipersilakan, penegakan hukum itu harus jalan,” kata Anies, Rabu (11/7/2018).

Saat ditanya apakah kasus tersebut menjadi alasan pencopotan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adrianto. Dia pun enggak menjawabnya. “Harus kooperatif (seluruh pejabat DKI),” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno mengaku sudah mendengar dugaan korupsi di proyek rehabilitasi sekolah. “Sudah dengar dan tadi saya duduk dengan Pak Bowo dan Bu Susi, sekretaris humasnya. Pokoknya kita penyerapan khususnya untuk ketersediaan sarana dan prasarana peserta didik. Itu menjadi hal utama dan harus dilakukan dengan sistem transparan dan bebas korupsi,” kata Sandiaga.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan menyebut, sejumlah saksi telah diminta keterangan mengenai proyek rehabilitasi sekolah. Penyelidikan masih terus berlanjut. Namun, dia belum mau mengungkap pihak-pihak yang akan diperiksa. “Akan ambil semua keterangan saksi yang ada kaitannya dengan perkara tersebut,” tuturnya.

Hanya saja penyidik masih belum mau terburu-buru menetapkan tersangka dalam kasus itu. Pihaknya bakal melakukan penyelidikan menyeluruh terlebih dulu. Menurutnya, ada indikasi di korupsi dalam proyek rehabilitasi berat sekolah tersebut. “Indikasinya ada nilai harga yang di-markup,” kata Adi.

Inspektorat DKI Jakarta saat ini tengah menyelidiki dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan rehabilitasi sekolah yang memiliki pagu anggaran Rp196,6 miliar itu. Kepala Inspektorat DKI, Michael Rolandi menuturkan, lembaganya tengah menelisik apakah kontraktor proyek tersebut, PT Murni Konstruksi Indonesia, merehabilitasi 119 sekolah sesuai dengan kontrak.

Inspektorat juga menelusuri dugaan manipulasi material konstruksi yang tidak sesuai spesifikasi dalam kontrak.  “Makanya dicek secara menyeluruh,” ujar Michael di Balai Kota DKI.

Sebelumnya, proyek rehabilitasi sekolah di DKI menggunakan APBD 2017. Dana ini, untuk memperbaiki bangunan sekolah secara keseluruhan. Adapun rehabilitasi berat yang dimaksud yaitu perbaikan sekolah pada bagian pagar, plafon, kusen, dan sejumlah sarana fisik lainnya.

Baca Juga
Lihat juga...