KPK Blokir Rekening Bank Tersangka Suap DOKA

Editor: Koko Triarko

244
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah. –Foto: Eko Sulestyono
JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah memblokir sejumlah rekening bank milik seorang saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) penerimaan uang suap atau gratifikasi, yang melibatkan Irwandi Yusuf, Gubernur Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) nonaktif.
KPK juga memasukkan sejumlah nama yang dicurigai terlibat dalam daftar cekal alias dilarang bepergian ke luar negeri. Yang bersangkutan diyakini mengetahui terkait kasus perkara dugaan suap penyalahgunaan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), yang menjerat dua oknum kepala daerah atau pejabat penyelenggara negara.
Pemblokiran atau pembekuan rekening sejumlah bank tersebut dilakukan, karena penyidik KPK menduga ada sejumlah aliran dana yang berasal dari DOKA. Ada sejumlah rekening bank yang merupakan milik para tersangka yang sudah dibekukan, di antaranya rekening pribadi Irwandi Yusuf dan Ahmadi, Bupati Bener Meriah, Provinsi Aceh.
“Penyidik KPK sebelumnya telah mengirimkan surat kepada pihak bank, salah satunya terkait permohonan pemblokiran atau pembekuan rekening atas nama yang bersangkutan, diduga rekening tersebut milik tersangka atau saksi yang dimasukkan dalam daftar pencegahan atau pencekalan dilarang bepergian ke luar negeri,” jelas Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK Jakarta, Selasa (17/7/2018).
Hingga saat ini, penyidik KPK telah memasukkan empat orang saksi dalam daftar cekal atau pencegahan kepada pihak Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia. Masing-masing Nizarli (Kepala Biro ULP Provinsi Aceh), Rizal Aswandi (mantan Kepala Dinas PUPR Provinsi Aceh, Teuku Fadhilatul Amri dan Fenny Steffy Burase, Anggota Tim Ahli Event Aceh Marathon 2018.
Febri Diansyah menjelaskan, rekening bank atas nama Steffy dipastikan sudah dibekukan, yang bersangkutan menurut rencana akan dipanggil penyidik KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada Rabu (18/7/2018) besok di Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan.
KPK menduga, tersangka Ahmadi telah memberikan sejumlah uang yang sebagai suap atau gratifikasi sebesar Rp500 juta, yang diberikan kepada Irwandi.
KPK meyakini, tujuan pemberian uang tersebut di antaranya  agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah mendapatkan dana alokasi anggaran sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari DOKA Pemprov Aceh.
“Diduga delapan persen dari commitment fee diperuntukkan bagi sejumlah oknum pejabat di tingkat provinsi, sedangkan sisanya atau dua persen diberikan kepada sejumlah pejabat di tingkat kabupaten. Sebagian uang suap Rp500 juta tersebut akan digunakan untuk membiayai kegiatan iven Aceh Marathon 2018”, kata Febri Diansyah.
Dalam kasus tersebut, saat ini penyidik KPK sementara telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Masing-masing dua orang kepala daerah atau pejabat penyelenggara negara, yaitu Irwandi Yusuf, Ahmadi. Kemudian dua orang tersangka lainnya dari unsur swasta, yaitu Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri.
Baca Juga
Lihat juga...