KPK Dalami Aliran Dana Dugaan Suap Gubernur Aceh

Editor: Mahadeva WS

204
Humas KPK Febri Diansyah - Foto Dok CDN

JAKARTA – Penyidik KPK memdalami aliran dana dugaan korupsi yang melibatkan Gubernur Aceh Non Aktif Irwandi Yusuf. Suap yang terungkap dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut, diduga berhubungan dengan dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, diduga Irwandi Yusuf meminta sejumlah uang sebagai hadiah atai janji keoada tersangka lainnya yaitu Achmadi, Bupati Bemer Meriah, Aceh. “Penyidik KPK mendalami adanya temuan bukti aliran dana yang menjerat Irwandi, diantaranya adanya pertemuan-pertemuan yang dilakukan sejumlah pihak dalam rangka membahas Dana Alokasi Khusus Aceh,” ungkapnya, Senin (8/7/2018).

KPK masih berusaha mengurai informasi jumlah permintaan suap yang sebelumnya diajukan pemerintah kabupaten dan kota kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh. Salah satunya adalah, mengungkap adanya sejumlah perjanjian atau persyaratan yang harus dipenuhi. agar Pemprov Aceh bersedia mencairkan dana otsus tersebut.

KPK menduga, ada permintaan commitment fee sebesar Rp1,5 miliar dari Irwandi Yusuf kepada Achmadi. Namun uang yang dibayarkan Achmadi di tahap pertama hanya Rp500 juta. Uang tersebut diduga berkaitan dengan izin pembangunan sejumlah infrastruktur di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

“KPK fokus memperhatikan adanya informasi aliran dana yang diterima sejumlah pihak atau orang dekat Irwandi. KPK memasukkan mereka kedalam daftar cekal atau pencegahan agar tidak bisa bepergian ke luar negeri. Mereka nantinya akan diperiksa penyidik sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sebelummya,” tandas Febri Diansyah.

Penyidik KPK telah menetapkan empat orang tersangka dari perkembangan OTT Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Selain Irwandi Yusuf, tersangka lain adalah, Achmadi, Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri. Irwandi, Syaiful dan Hendri disangkakan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Achmadi disangkakan sebagai pihak pemberi suap atau penyuap.

Keempat tersangka sudah ditahan penyidik untuk masa penahanan 20 hari pertama. Penahanan terhadap tersangka dilakukan agar yang bersangkutan tidak melarikan diri, merusak atau menghilangkan sejumlah barang bukti.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.