KPK Geledah Lapas Sukamiskin

Editor: Satmoko Budi Santoso

227
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah - Foto Eko Sulestyono

JAKARTA – Sejumlah petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini melakukan kegiatan penggeledahan beberapa sel tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Penggeledahan dilakukan dengan tujuan mencari sejumlah barang bukti dalan kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi wartawan di Gedung KPK Jakarta membenarkan terkait kegiatan penggeledahan tersebut. Penggeledahan diduga berkaitan dengan pengembangan kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan petugas KPK terhadap Wahid Husen, Kepala Lapas Sukamiskin.

Febri mengatakan, benar ada sejumlah tim yang ditugaskan berangkat ke Lapas Sukamiskin untuk melakukan kegiatan penggeledahan. “Namun untuk sementara saya belum bisa menyampaikan secara detil terkait ruangan mana saja yang digeledah dan apa saja barang bukti yang berhasil ditemukan, nanti kita sampaikan dalam kesempatan berikutnya,” jelasnya di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Febri belum bersedia atau enggan menjelaskan, karena petugas KPK hingga malam ini masih berada di lapangan, namun yang jelas kegiatan penggeledahan tersebut dilakukan untuk kepentingan pengembangan penyidikan.

Salah satu tujuannya untuk menemukan sejumlah barang bukti untuk memperkuat penanganan kasus perkara dugaan korupsi berupa peneriman suap atau gratifikasi.

Berdasarkan informasi yang diterima wartawan menyebutkan bahwa sejumlah petugas sejak siang hingga malam ini masih melakukan penggeledahan di Lapas Sukamiskin. Dalam penggeledahan tersebut sejumlah petugas KPK berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang diangkut petugas dengan menggunakan mobil.

Sejumlah petugas KPK secara diam-diam masuk ke dalam Lapas Sukamiskin yang berada di Jalan Abdul Haris Nasution, Kabupaten Bandung. Namun saat ditanya sejumlah wartawan terkait kegiatan penggeledahan yang dilakukan, mereka tidak bersedia menjawab, karena memang tidak mempunyai kewenangan untuk menjawab pertanyaan.

Dalam kasus perkara ini, penyidik KPK sedikitnya telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka, salah satunya Wahid Husen. Yang bersangkutan diduga telah menerima sejumlah uang tunai dan 2 mobil mewah yang diduga suap atau gratifikasi sebagai imbalan hadiah atau janji terkait permintaan sejumlah fasilitas khusus di dalam sel tahanan narapidana Lapas Sukamiskin.

Semua pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka langsung menjalani masa penahanan pertama selama 20 hari di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK di Jakarta. Penahanan dilakukan untuk memudahkan koordinasi guna kepentingan pemeriksaan tersangka yang dilakukan penyidik di Gedung KPK Merah Putih Jakarta.

Baca Juga
Lihat juga...