KPK Geledah Rumah Pribadi Bupati Labuhanbatu

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

222

JAKARTA — Mencari barang bukti dalam kasus dugaan korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengeledahan di rumah kediaman pribadi Pangonal Harahap, Bupati Labuhan Batu, Sumatera Utara (Sumut). 

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa Pangonal Harahap mempunyai rumah di Kota Medan, Sumut.

“Petugas KPK langsung mendatangi dan melakukan penggeledahan di rumah tersebut untuk mencari sejumlah barang bukti,” jelasnya di Gedung KPK, Sabtu (21/7/2018).

Diterangkan, penggeledahan dilakukan di sebuah rumah yang terletak di Jalan Pelajar Timur Nomor 168, Lingkungan VI, Binjai, Kota Medan, Sumut.

Selain itu, penyidik juga melakukan penggeledahan di delapan lokasi yang berbeda. Masing-masing kantor bupati, rumah dinas bupati dan rumah kediaman pribadi Pangonal Harahap. Kemudian Kantor PT. Binivan Konstruksi Abadi dan sejumlah rumah para tersangka lainnya, termasuk di antaranya rumah kediaman pribadi Umar Ritonga.

Febri juga menjelaskan bahwa dalam penggeledahan petugas menyita sejumlah barang bukti seperti dokumen proyek, anggaran beserta pencairan proyek, CCTV dan juga sejumlah peralatan komunikasi.

Penyidik KPK hingga saat ini telah menetapkan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap, Effendy bersama Umar Ritonga sebagai tersangka. Namun Umar masih dicari petugas karena yang bersangkutan melarikan diri saat hendak ditangkap setelah sempat mengambil uang tunai yang dicairkan dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumut.

KPK menduga bahwa orang kepercayaan Bupati bernama AT telah melakukan penarikan sebesar Rp576 juta. Selanjutnya AT mengambil Rp16 juta untuk kepentingan dirinya sendiri, selanjutnya melakukan transfer sebesar Rp61 juta kepada ES. Sedangkan sisanya Rp500 juta disimpan dan dititipkan kepada seorang oknum petugas bank setempat.

Tak lama kemudian uang Rp500 juta tersebut diambil Umar Ritonga, namun yang bersangkutan kabur dan hingga saat ini masih berstatus buron. Penyidik KPK mengultimatum agar Umar segera menyerahkan diri atau namanya akan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Baca Juga
Lihat juga...