KPK Jelaskan Kronologis OTT di Lapas Sukamiskin Bandung

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

438

JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Wahid Husen, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya. Diduga yang bersangkutan terlibat dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) berupa penerimaan suap atau gratifikasi.

Berikut kronologi kegiatan OTT KPK di Lapas Sukamiskin menurut Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif saat jumpa pers di Gedung KPK Jakarta.

Tanggal 20 Juli 2018, petugas mengamankan Wahid Husein beserta istri Dian Anggraini di kediaman pribadinya di Bojongsoang, Bandung, Jumat (20/7/2018) sekitar pukul 22.15 WIB malam .

Saat melakukan penggeledahan, petugas menemuka sejumlah barang bukti dua unit mobil, masing-masing Mitsubishi Strada Triton Exceed warna hitam dan mobil Mitsubishi Pajero Sport Dakkar warna hitam.

Selain itu, sejumlah uang tunai sebesar Rp20.505.000 dan 410 Dolar Amerika atau USD juga ikut diamankan. Penemuan sejumlah barang bukti tersebut langsung dibawa ke gedung KPK, sedangkan Wahid dan istri malam itu juga langsung dibawa petugas ke Lapas Sukamiskin.

Dalam waktu yang hampir bersamaan petugas KPK lainnya mengamankan Hendry Saputra, staf Wahid Husein di Rancasari, Kabupaten Bandung Timur. Petugas kemudian menyita uang Rp 27.255.000.

“Saat melakukan penggeledahan dari dalam sel tahanan FD, tim mengamankan uang Rp 139.300.000 dan sejumlah catatan sumber uang. Sementara dari sel AR tim mengamankan uang Rp 92.950.000 dan USD 1.000, dokumen pembelian dan pengiriman mobil Mitsubishi Triton dan kuncinya serta handphone sebagai peralatan komunikasi,” jelas Laode M. Syarif kepada wartawan.

Tim KPK kemudia bergerak menuju ke tiga lokasi sel lainnya atas nama Charles Jones Mesasang, Fuad Amin dan Tubagus Chaeri Wardana. Dua narapidana yakni Fuad Amin dan Tubagus Chaeri tidak ditemukan di lokasi dan KPK menyegel sel mereka.

Baca Juga
Lihat juga...