KPK Kembali Periksa Inneke

Editor: Koko Triarko

210
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah - Foto: Dok. CDN
JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kembali memeriksa Inneke Koesherawati, istri dari Fahmi Darmawansyah, yang telah terbukti bersalah dan divonis hukuman penjara dalam kasus suap proyek pengadaan alat komukasi satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia.
Inneke diduga mengetahui pemesanan dua mobil yang ditemukan petugas KPK, saat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.
Pemeriksaan Inneke ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan penyidik, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) berupa suap yang menjerat Wahid  Husen, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin.
“Inneke Koesherawati diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Andri Rahmat”, jelas Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK Jakarta, Selasa (24/7/2018).
Pantuan Cendana News dari Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Inneke saat ini sedang berada di ruangan pemeriksaan penyidik. Belum diketahui apa saja materi pertanyaan yang diajukan penyidik kepada Inneke.
Dalam kasus OTT di Lapas Sukamiskin, KPK hingga saat ini menetapkan empat orang tersangka kasus dugaan suap atau gratifikasi berupa pemberian sejumlah fasilitas tambahan, khususnya bagi para narapidana kasus korupsi yang ada di dalam sel tahan Lapas Sukamiskin.
Wahid Husen ditetapkan sebagai tersangka penerima bersama seorang stafnya bernama Hendry Saputra. Wahid diduga telah menyalahgunakan wewenang dan kekuasaannya, saat masih aktif menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin yang baru berjalan empat bulan.
Yang bersangkutan diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum, yaitu korupsi dengan cara memperkaya diri sendiri, orang lain maupun sebuah korporasi. Penyidik KPK masih mendalami adanya dugaan keterlibatan sejumlah pihak terkait temuan sejumlah barang bukti berupa uang tunai dan dua mobil mewah.
KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya yang diduga sebagai pemberi, masing-masing Fahmi Darmawansyah dan Andri Rahmat. Penyidik menduga, Fahmi memberikan dua mobil dan sejumlah uang kepada Wahid, agar yang bersangkutan mendapat fasilitas tambahan di dalam sel tahanan maupun perlakuan khusus atau istimewa lainnya.
Baca Juga
Lihat juga...