KPK Limpahkan Berkas Perkara Irvanto ke JPU

Editor: Koko Triarko

252
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah. –Foto: Eko Sulestyono
JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini melimpahkan berkas perkara pemeriksaan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo (IHP), tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pengadaan KTP-El, kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).
 “Tadi telah dikakukan proses penyerahan tersangka Irvanto terkait kasus KTP-El beserta sejumlah barang barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam waktu dekat, perkaranya segera disidangkan”, jelas Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK Jakarta, Jumat (6/7/2018).
Menurut Febri Diansyah, tim JPU KPK masih punya waktu selama 14 hari untuk menyusun dan menyelesaikan surat dakwaan terdakwa Irvanto, dan persidangan yang bersangkutan menurut rencana  digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.
KPK meyakini, bahwa Irvanto telah mengumpulkan, menyimpan dan menyetorkan aliran dana KTP-El sebesar 3,5 juta Dolar Amerka (USD) kepada tersangka lainnya, yaitu   Setya Novanto (Setnov), mantan Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.
Setnov juga diduga menerima penyerahan uang dana KTP-El dari tersangka lainnya, yaitu Made Oka Masagung (MOM) sebesar 3,8 juta USD, sehingga total uang suap yang terkumpul sebesar Rp.7,3 juta USD.
Dalam persidangan sebelumnya,  Ketua Majelis Hakim yang memimpin jalannya persidangan saat itu, memerintahkan agar terdakwa Setnov mengembalikan seluruh uang pengganti kerugian negara yang dikorupsinya, yaitu sebesar 7,3 juta USD.
Setnov dalam perdidangan berjanji akan mengembalikan uang tersebut, namun secara bertahap atau mencicil. Hingga saat ini, Setnov telah mengembalikan sejumlah uang, masing-masing sebesar Rp5 miliar dan 500 ribu USD yang dititipkan dalam rekening penampungan KPK.
Menurut pengakuan Setnov, Irvanto yang kebetulan merupakan keponakannya sebenarnya tidak bersalah, karena tidak terlibat secara langsung dalam kasus korupsi proyek KTP-El yang diperkirakan berpotensi merugikan anggaran keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun.
Djaka Sutrisna, pengacara sekaligus kuasa hukum Irvanto saat ditanya wartawan membenarkan, bahwa pelimpahan berkas perkara tersangka Irvanto telah dilakukan penyidik KPK hari ini. Dirinya mengaku masih menunggu kepastian dari Pengadilan Tipikor Jakarta kapan jadwal persidangan Irvanto akan dimulai.
Baca Juga
Lihat juga...