banner lebaran

KPK Periksa Sejumlah Mantan Anggota DPRD Sumut

Editor: Koko Triarko

164
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, -Foto: Eko Sulestyono
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini kembali memeriksa sejumlah oknum mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), terkait kasus dugaan suap APBD Sumut.
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, mengatakan, setidaknya ada tiga orang yang akan diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap yang menjerat mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho.
Ketiga tersangka tersebut, Abdul Hasan Maturidi, Richard Eddy Marsaut dan Syafrida Fitrie. Mereka pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumut periode 2009-2014.
“Ketiganya diduga telah menerima sejumlah uang sebagai suap atau gratifikasi”, kata Febri Diansyah, di Gedung KPK Jakarta, Jumat (13/7/2018).
Dalam kasus tersebut, penyidik KPK hingga saat ini telah menetapkan 38 orang sebagai tersangka, 10 di antaranya sudah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK di Jakarta. Sedangkan sisanya dipastikan juga akan ditahan, namun untuk sementara masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK.
Oknum mantan anggota dewan tersebut diduga telah menerima aliran dana sebesar Rp300 juta hingga Rp350 juta dari Gatot Pujo, saat dirinya menjabat sebagai Gubernur Sumut.
Pemberian uang tersebut diduga untuk memulusan persetujuan pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.
KPK juga menduga, pemberian uang tersebut berkaitan dengan laporan persetujuan pertanggungjawaban Pemprov Sumut Tahun 2002-2004. Kemudian terkait persetujuan  perubahan APBD Pemprov Sumut Tahun 2013-2014, dan penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut Tahun 2015.
Sebagian besar oknum anggota dewan tersebut sudah mengembalikan uang suap yang mereka terima kepada KPK sebesar Rp5,47 miliar. Uang tersebut telah disimpan di rekening penampungan milik KPK, selanjutnya akan dikembalikan sebagai uang pengganti kerugian negara.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.