KPK Periksa Sejumlah Saksi Dugaan Korupsi KTP-El

Editor: Koko Triarko

229
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah. –Foto: Eko Sulestyono
JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kasus perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pengadaan KTP-El. 
“Hingga siang ini, pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus perkara dugaan korupsi KTP-El untuk tersangka Markus Nari, masih terus berlangsung di ruang pemeriksaan penyidik KPK”, jelas Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (8/7/2018).
Menurut Febri, penyidik KPK hari ini memanggil Abdul Malik Haramain, mantan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia,  Achmad Purwanto, Staf Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.
Juga Yuswandi A Temenggung, Kepala Biro (Kabiro) Perencanaan Kemendagri, Endah Lestari, Kasubag Sistem dan Prosedur Ditjen Dukcapil Kemendagri dan Zudan Arif Fakrulloh, Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri.
Namun hingga siang ini, saksi atas nama Zudan Fakrulloh belum terlihat datang ke Gedung KPK. Rencananya, Zudan akan diperiksa dan dimintai keterangan soal aliran dana kasus dugaan korupsi KTP-El yang mengalir kepada sejumlah oknum mantan Anggota Komisi II DPR RI.
Menurut Febri Diansyah, Zudan sebelumnya telah mengirimkan surat kepada penyidik KPK, bahwa yang bersangkutan minta dijadwalkan ulang di lain waktu, karena hari ini tidak bisa datang memenuhi panggilan pemeriksaan di Gedung KPK Merah Putih Jakarta.
Sementara itu, KPK menduga, tersangka Markus Nari, mantan Anggota Komisi II DPR RI periode 2009-2014 ikut berperan menerima sejumlah aliran dana yang patut diduga berasal dari anggaran proyek pengadaan KTP-El, Tahun Anggaran (TA) 2011-2012.
Markus Nari disangkakan telah menerima sejumlah uang sebesar Rp4 miliar yang diduga sebagai suap atau gratifikasi. Tujuannya, agar yang Markus Nari menyetujui atau memuluskan penganggaran proyek pengadaan KTP-El yang telah menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp5,9 triliun.
Baca Juga
Lihat juga...