KPK Periksa Sejumlah Saksi Tersangka Markus Nari

Editor: Koko Triarko

205
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah. –Foto: Dokumentasi CDN
JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil sejumlah saksi  dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) KTP-El.
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, menjelaskan, saksi yang diipanggil penyidik hari ini seluruhnya akan diperiksa untuk tersangka Markus Nari, mantan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.
“Selain Chaeruman Harahap, penyidik KPK juga memanggil sejumlah saksi dari pihak Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, yaitu Rasyid Saleh dan Dian Hasanah”, kata Febri Diansyah, di Gedung KPK Jakarta, Selasa (10/7/2018).
Rasyid Saleh merupakan mantan  Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri periode 2005-2009. Sedangkan Dian Hasanah merupakan Staf Sub Direktorat (Subdit) Monitor dan Evaluasi Pengawasan dan Direktorat Perkembangan Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri.
KPK menduga, Markus Nari telah menerima sejumlah uang yang diduga sebagai suap atau gratifikasi sebesar Rp4 miliar. Uang tersebut kemudian diberikan kepada Markus Nari, melalui perantaraan tersangka lainnya, yaitu Sugiharto, mantan Direktur Informasi dan Administrasi Dukcapil Kemendagri.
Permintaan sejumlah uang diduga bertujuan untuk memuluskan pembahasan pembiayaan proyek KTP-El, yang menghabiskan anggaran keuangan negara sebesar Rp5,9 triliun.
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya dugaan penyimpangan atau  “penggelembungan anggaran” terkait proyek KTP-El yang berpotensi merugikan anggaran keuangan sebesar Rp2,3 triliun.
Sementara itu, pembiayaan proyek pengadaan KTP-El diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2011-2012, dengan skema pembiayaan tahun berkelanjutan atau multiyears.
Hingga saat ini, penyidik KPK telah menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus ini. Masing-masing Irman, Sugiharto,, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Setya Novanto, Markus Nari, Anang Sugiana Sudihardjo, Made Oka Masagung dan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.
Baca Juga
Lihat juga...