KPK: Puspa Sukrisna Tersangka Penyuap Bupati Subang

Editor: Mahadeva WS

396
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat jumpa pers di Gedung KPK Jakarta - Foto Eko Sulestyono

JAKARTA – Pengusaha sekaligus Direktur Utama (Dirut) PT. PBM dan ASP Puspa Sukrisna, Jumat (6/7/2018) malam resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus suap Bupati Subang Imas Ayumningsih.

“Penyidik sebelumnya telah menemukan sejumlah alat bukti yang cukup untuk meningkatkan status hukum dan menetapkan lagi seorang tersangka yaitu Puspa Sukrisna alias Asun terkait kasus kasus korupsi yang menjerat Bupati Subang,” ungkap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Jumat (6/7/2018).

Puspa diduga bekerjasama dengan tersangka lainnya Miftahuddin untuk memberikan uang sebagai commitment fee kepada Imas Ayumningsih. Tujuannya untuk memuluskan perizinan pembangunan dua unit pabrik, yaitu PT. PBM dan PT. ASP di wilayah Kabupaten Subang. “KPK menetapkan Puspa sebagai tersangka pemberi suap atau penyuap dan disangkakan telah melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a dan b atau Pasal 13 Undang-undang No.31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU No.20/2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” tambah Saut Situmorang.

Kasus suap tersebut terungkap saat petugas KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Subang. KPK menangkap dan mengamankan sejumlah pihak, diantaranya Imas Ayumningsih, Asep Santika Kepala Bidang Perizinan Pemkab Subang dan dari unsur swasta.

Imas diduga dijanjikan oleh Puspa akan menerima uang perizinan sebesar Rp4,5 miliar. Uang tersebut diduga sebagai imbalan proyek pembangunan pabrik. Namun uang yang disetorkan ke Imas menurut hasil penyelidikan KPK diperkirakan baru mencapai Rp1,4 miliar.

Namun KPK berhasil menggagalkan perbuatan korupsi tersebut saat mereka sedang melakukan transaksi pembayaran di Rumah Dinas Bupati Subang. Tak lama kemudian sejumlah pihak yang terjaring OTT KPK Subang langsung dibawa ke Gedung KPK Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut serta menetapkam mereka sebagai tersangka.

KPK meyakini sebagian uang suap tersebut rencananya akan dipergunakan sebagai dana kampanye. Imas menyatakan akan maju kembali sebagai calon Bupati Subang periode 2018-2023. Namun impian Imas sebagai bupati dua periode dipastikan kandas, karena saat ini masih menjalani masa penahanan di KPK. Dalam waktu dekat kasus perkara hukum yang menjerat Imas dipastikan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta.

Lihat juga...