KPK Temukan Dokumen Terkait Dugaan Korupsi DOKA

Editor: Koko Triarko

265
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK Jakarta - Foto: Dok. CDN
JAKARTA – Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  kembali melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di wilayah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD), terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.
“Petugas KPK melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, yaitu Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Aceh, kemudian Kantor Dinas PUPR Kabupaten Bener Meriah dan Kantor Bupati Bener Meriah”, kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK Jakarta, Rabu (11/7/2018).
Menurut Febri Diansyah, dalam penggeledahan itu petugas berhasil menemukan dan menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen, yang diduga terkait anggaran proyek yang berasal dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).
Sebelumnya, kata Febri Diansyah, petugas KPK juga mendatangi Kantor Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Pemprov Aceh. Dari penggeledahan tersebut petugas berhasil menemukan dan menyita sejumlah barang bukti seperti dokumen dan barang elektronik yang diduga berkaitan dengan anggaran DOKA.
Penggeledahan di sejumlah lokasi tersebut, merupakan upaya pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang sebelumnya digelar di dua lokasi berbeda, yakni di Kota Banda Aceh dan di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Total ada sembilan orang yang diamankan, namun hanya empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap atau gratifikasi tersebut. Keempat tersangka, masing-masing Irwandi Yusuf (Gubernur Aceh), Achmadi (Bupati Bener Meriah, Hendri Yuzal (Staf/Ajudan Gubernur Aceh) dan Syaiful Bahri, seorang pengusaha atau kontraktor setempat. Keempat tersangka tersebut sedang menjalani masa penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK di Jakarta.
Baca Juga
Lihat juga...