Kroasia Menangi Adu Penalti untuk Mencapai Perempat Final

263

NIZHNY NOVGOROD — Kroasia bangkit setelah kemasukan gol pada menit pembukaan untuk melaju ke perempat final Piala Dunia, setelah mereka menang adu penalti 3-2 atas Denmark setelah kedua tim bermain imbang 1-1 pada pertandingan 16 besar di Nizhny Novgorod, Senin dini hari (2/7/2018).

Mereka semestinya dapat mengamankan hasil itu lima menit sebelum akhir perpanjangan waktu, namun eksekusi penalti Luka Modric dapat digagalkan Kasper Schmeichel.

Bagaimanapun, kapten Kroasia itu dengan gagah berani menjadi eksekutor pada adu penalti ketika kiper Danijel Subasic menggagalkan tiga eksekusi Denmark, untuk menyiapkan pertemuan dengan Rusia di perempat final pada Sabtu.

Operan Modric yang membawa Ante Rebic menuju ke gawang, sebelum kemudian dijatuhkan Mathias Jorgensen, dan memberi peluang bagi Kroasia untuk mengunci kemenangan sebelum adu penalti. Namun Schmeichel melakukan penyelamatan cerdas untuk mempertahankan kedudukan 1-1.

Dua gol pada empat menit pembukaan menjadikan awal pertandingan di Stadion Nizhny Novgorod berlangsung menarik. Bagaimanapun, hal itu tidak berlanjut ketika kedua tim memilih untuk tampil berhati-hati untuk menjaga peluang mencapai delapan besar Piala Dunia.

Jorgensen hanya memerlukan 57 detik untuk mematahkan pertahanan Kroasia pada akhir lemparan jarak jauh Jonas Knudsen, mengarahkan bola dengan kaki kirinya ketika bola kemudian memantul mengenai rekan setimnya Thomas Delaney.

Kiper Kroasia Danijel Subasic bersiap menyambut bola sepakan Jorgensen, namun bola yang terdefleksi masuk ke gawangnya.

Terdapat elemen komedi untuk terciptanya gol penyama kedudukan pada menit keempat bagi Mario Mandzukic, ketika keunggulan awal Denmark segera terhapuskan.

Pinball Sepakan yang melintasi pertahanan Denmark dibuang oleh Henrik Dalsgraad, namun bola menghantam wajah rekan setimnya Andreas Christensten, menciptakan efek “pinball” yang membuat bola jatuh ke penguasaan Manduzkic, yang kemudian memasukkannya ke gawang dari jarak dekat.

Harapan akan dampak Christian Eriksen untuk Denmark dan Modric untuk Kroasia begitu tinggi, namun mereka tidak mampu berbuat banyak.

Upaya Eriksen mengenai bagian atas mistar gawang sebelum turun minum, sedangkan di sisi lain lapangan, Ivan Rakitic memaksa Schmeichel melakukan penyelamatan.

Setelah turun minum, peluang-peluang semakin sedikit meski Kroasia menaikkan tempo menjelang berakhirnya waktu normal namun mereka kesulitan menundukkan pertahanan Denmark.

Pada perpanjangan waktu, bola lemparan ke dalam panjang yang dikirimkan Knudsen menjadi senjata paling berbahaya, namun pemenang laga tetap ditentukan melalui adu penalti.

“Ini merupakan perasan yang aneh. Kekecewaan besar. Namun juga kebanggaan besar terkait tim kami,” kata Schmeichel.

Menurut  Schmeichel timnya memiliki kesempatan. “Menurut saya kami adalah tim yang lebih baik pada babak kedua dan perpanjangan waktu,” sebutnya.

Dia menambahkan tidak beruntung, dan berpikir wasit tidak menyukainya pada hari ini. “Ini sulit untuk diterima dan memberikan kata-kata tentangnya. Terlalu banyak emosi saat ini,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...