KSU Sutra Ciptakan Lingkugan Bersih Melalui Tabungan Sampah

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

210

LIMAPULUH KOTA — Koperasi Serba Usaha (KSU) Sutra yang ada di Katinggian Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mampu menyulap onggokan sampah di rumah penduduk menjadi pundi-pundi rupiah yang dikumpulkan dalam sebuah buku tabungan yang disebut dengan Tabungan Sampah.

Ketua KSU Sutra Katinggian, Termizal mengatakan, Tabungan Sampah baru berjalan enam bulan ini, dengan jumlah anggota 50 orang. Transaksi jual beli dengan koperasi tidaklah dilakukan setiap harinya, tapi dua kali dalam setiap pekannya.

Ia menjelaskan, cara untuk transaksi tidak harus masyarakat datang menghantarkan sampah, melainkan ada petugas dari koperasi yang datang langsung ke rumah masyarakat yang telah memiliki Tabungan Sampah.

“Jadi setelah petugas kita datang ke rumah masyarakat itu, kita hitung berapa berat barang bekas yang dijualnya. Nanti kita hitung, dan kita kasih kertas berapa nilainya, dan setelah itu masyarakat datang ke koperasi dengan membawa buku tabungan sampahnya, untuk mendapatkan penambahan isi saldo tabungannya,” katanya, Rabu (11/7/2018).

Sampah yang dibeli itu tidaklah semua bentuk barang bekas, tapi koperasi hanyalah membeli sampah dalam bentuk sampah kertas, plastik dan barang besi bekas. Alasannya, luar dari kondisi sampah yang telah disebutkan itu, tidak begitu laku dijual di pengumpul barang bekas.

Harganya yang dibeli oleh KSU Sutra itu untuk setiap sampah penduduk itu lebih murah dari sampah yang dibeli oleh pengumpul barang bekas pada umumnya. Misalnya untuk barang bekas kertas, dibeli satu kilogram Rp900, nanti koperasi akan menjual ke pengumpul Rp1.000 per kilogramnya.

“Peran kita di sini mengajak masyarakat untuk sadar bahwa sampah tidak selamanya jadi benda yang terbuang, tapi juga bisa menjadi uang. Jadi dengan adanya Tabungan Sampah ini, masyarakat terbantu memiliki tabungan masa depan, dan juga turut menciptakan lingkungan yang bersih,” ujarnya.

Kini dari 50 anggota yang memiliki Tabungan Sampah dan telah berjalan selama 6 bulan ini, saldo Tabungan Sampah yang terkumpul tidaklah terlalu besar. Diperkirakan seluruh saldo yang terkumpul per bulannya itu hanya bisa mencapai Rp500 ribu. Artinya saldo Tabungan Sampah yang ada saat ini baru sekira Rp3 juta.

Ia berharap jumlah masyarakat yang bisa memiliki buku tabungan sampah terus meningkat dari waktu ke waktu. Karena manfaat memiliki tabungan sampah tidak hanya untuk soal finansial, tapi juga untuk menyelamatkan lingkungan dari kondisi tumpukan barang bekas di gudang milik rumah penduduk.

Termizal juga menyebutkan jika bicara jumlah saldo tabungan, KSU Sutra hingga saat ini belum mengedepankan soal untung rugi dalam menjalankan program Tabungan Sampah. Karena hal yang ingin dicapai ialah manfaat adanya tabungan tersebut.

“Tapi perjalanan kami untuk mengajak masyarakat untuk menjual barang bekasnya tidak semudah cerita saya ini. Sebelumnya, kita di KSU telah memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk berikan pemahaman bahwa sampah bisa jadi uang,” sebutnya.

Di KSU Sutra ini selain memiliki tabungan sampah juga memiliki sejumlah buku tabungan untuk anggotanya, seperti Tabungan Sutra Plus, Tabungan Anak Sekolah, Tabungan Ibu Hamil, Tabungan Idul Fitri, dan Tabungan Qurban.

Baca Juga
Lihat juga...