Lagi, KPK Tahan Mantan Anggota DPRD Sumut

Editor: Mahadeva WS

325

JAKARTA – Setelah diperiksa selama beberapa jam, dua orang tersangka mantan Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) ditahan penyidik KPK. Kedua tersangka tersebut diduga telah menerima suap pembahasan APBD Sumut.

Aliran dana kasus suap diduga berasal dari pemberian Gatot Pujo Nugroho, mantan Gubernur Provinsi Sumut periode 2009-2014. “Penyidik KPK kembali menahan dua tersangka mantan anggota dewan, masing-masing Mustofawiyah dan Tiaisah Ritonga, mereka langsung menjalani masa penahanan selama 20 hari pertama di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK di Jakarta” ungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Rabu (11/7/2018).

Tersangka Mustofawiyah ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur Cabang KPK. Sedangkan tersangka Tiaisah Ritonga ditahan di Rutan KPK Kavling K4 yang letaknya di belakang Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam kasus tersebut penyidik KPK telah menetapkan 38 oknum mantan anggota DPRD Sumut sebagai tersangka. Namun hingga kini, total tersangka yang sudah ditahan baru sembilan orang. Sementara sisa tersangka yang belum ditahan disebut-sebut masih menunggu giliran dipanggil oleh penyidik di Gedung KPK.

KPK memastikan, semua tersangka yang belum ditahan sudah dimasukkan dalam daftar cekal pihak Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Kemenkumham. Surat pencekalan sudah dikirimkan selang sehari setelah tanggal penetapan status hukum yang bersangkutan.

Dengan demikian bisa dipastikan mereka secara otomatis akan dicegah dan dilarang meninggalkan wilayah Indonesia sekurang-kurangmya dalam waktu enam bulan. “Masing-masing oknum anggota dewan diduga telah menerima uang suap atau gratifikasi sebesar Rp300 juta hingga Rp350 juta, namun uang tersebut sebagian besar sudah dikembalikan secara sukarela sebesar Rp5,47 miliar melalui rekening penampungan KPK, selanjutnya akan diserahkan sebagai uang pengganti kerugian negara” pungkas Febri Diansyah.

Baca Juga
Dugaan Korupsi Sea Games, Kejagung Panggil Pihak T... JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung), memastikan akan memanggil semua pihak, terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi, penggunaan dan pengelolaan ...
KPK Izinkan Syahri Mulyo Dilantik Sebagai Bupati JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengizinkan Syahri Mulyo, mengikuti acara pelantikan dirinya sebagai Bupati Tulunggung di Jakarta, Selas...
Tabur 31.1, Kejagung Tangkap 170 Buronan JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung), sejak Januari hingga September 2018 telah mengamankan 170 buronan yang berstatus tersangka, terdakwa dan terpida...
Terdakwa Kasus PLTU Riau-1 Ajukan Diri jadi JC JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah melimpahkan dakwaan dan berkas perkara untuk terdakwa Johannes Budisutrisno Kotjo ke Pengadilan Ti...
MA Buka 937 Formasi CPNS JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) memanggil putra-putri terbaik bangsa yang ingin menjadi abdi negara di bidang peradilan. Terdapat 937 formasi Calon Pega...
Kasus Pelanggaran HAM Berat, Jaksa Agung Tawarkan ... JAKARTA – Kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang terjadi di masa lalu, akan terus ditagih,  siapa pun yang memegang tampuk pemerintahan....
Jaksa Agung Meminta Alex Nurdin Kooperatif JAKARTA – Jaksa Agung, HM Prasetyo meminta, mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Nurdin, bersikap kooperatif dengan jaksa. Dalam hal ini, me...