banner lebaran

Lagi, KPK Tahan Mantan Anggota DPRD Sumut

Editor: Mahadeva WS

234

JAKARTA – Setelah diperiksa selama beberapa jam, dua orang tersangka mantan Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) ditahan penyidik KPK. Kedua tersangka tersebut diduga telah menerima suap pembahasan APBD Sumut.

Aliran dana kasus suap diduga berasal dari pemberian Gatot Pujo Nugroho, mantan Gubernur Provinsi Sumut periode 2009-2014. “Penyidik KPK kembali menahan dua tersangka mantan anggota dewan, masing-masing Mustofawiyah dan Tiaisah Ritonga, mereka langsung menjalani masa penahanan selama 20 hari pertama di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK di Jakarta” ungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Rabu (11/7/2018).

Tersangka Mustofawiyah ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur Cabang KPK. Sedangkan tersangka Tiaisah Ritonga ditahan di Rutan KPK Kavling K4 yang letaknya di belakang Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam kasus tersebut penyidik KPK telah menetapkan 38 oknum mantan anggota DPRD Sumut sebagai tersangka. Namun hingga kini, total tersangka yang sudah ditahan baru sembilan orang. Sementara sisa tersangka yang belum ditahan disebut-sebut masih menunggu giliran dipanggil oleh penyidik di Gedung KPK.

KPK memastikan, semua tersangka yang belum ditahan sudah dimasukkan dalam daftar cekal pihak Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Kemenkumham. Surat pencekalan sudah dikirimkan selang sehari setelah tanggal penetapan status hukum yang bersangkutan.

Dengan demikian bisa dipastikan mereka secara otomatis akan dicegah dan dilarang meninggalkan wilayah Indonesia sekurang-kurangmya dalam waktu enam bulan. “Masing-masing oknum anggota dewan diduga telah menerima uang suap atau gratifikasi sebesar Rp300 juta hingga Rp350 juta, namun uang tersebut sebagian besar sudah dikembalikan secara sukarela sebesar Rp5,47 miliar melalui rekening penampungan KPK, selanjutnya akan diserahkan sebagai uang pengganti kerugian negara” pungkas Febri Diansyah.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.