banner lebaran

Lempeng Juruh, Jajanan Populer Tahun 90-an, Menolak Punah

Editor: Satmoko Budi Santoso

180
YOGYAKARTA – Generasi milenial dan generasi Z, saat ini, mungkin sudah tak mengenal lagi jajan tradisional bernama Lempeng Juruh. Padahal makanan tradisional yang banyak ditemukan di Yogyakarta dan sekitarnya ini, begitu populer di tahun 90-an. 
Hampir setiap anak kecil, mulai dari usia TK, SD hingga SMP saat itu mengenal Lempeng Juruh sebagai jajanan favorit. Di sekolah-sekolah, pasar tradisional maupun even seperti pasar malam, pedagang Lempeng Juruh selalu laris diserbu pembeli.
Selain murah meriah, Lempeng Juruh begitu digemari masyarakat khususnya anak kecil karena rasanya yang unik. Lempeng tipis yang dibuat krispy, juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Hingga membuat setiap penikmatnya ketagihan untuk terus menggigit lempeng manis ini.
Salah seorang pedagang Lempeng Juruh, Bambang, di Pasar Kangen Yogyakarta – Foto Jatmika H Kusmargana
Meski sudah sangat langka dan hampir tidak pernah lagi ditemui, bukan berarti Lempeng Juruh lantas punah. Buktinya, Lempeng Juruh hingga saat ini masih bisa dinikmati. Seperti terlihat di even  Pasar Kangen Yogyakarta, yang menjajakan berbagai hal jadul yang digelar rutin setiap tahun.
Lempeng juruh menjadi salah satu jajanan tradisional yang banyak digemari. Tidak hanya bagi mereka yang ingin bernostalgia dengan jajanan semasa kecil, namun juga bagi generasi zaman now yang sama sekali tak merasakan kepopuleran Lempeng Juruh di masanya.
Lalu seperti apakah Lempeng Juruh itu? Nama Lempeng Juruh sendiri berasal dari bahasa Jawa, yakni gabungan dari kata Lempeng dan Juruh. Lempeng bisa diartikan sebagai makanan dari bahan ketela atau ketan yang diiris tipis-tipis dan digoreng. Sementara Juruh adalah cairan kendal yang dibuat dari gula kelapa atau gula Jawa.
Ya, Lempeng Juruh merupakan jajanan berupa Lempeng yang terbuat dari bahan dasar ketela dengan tambahan Juruh diatasnya. Bentuknya biasnya bulat lonjong atau persegi panjang tipis berwarna coklat muda kekuningan dengan motif warna coklat tua di atasnya.
Sebagaimana Lempeng pada umumnya, jajanan jadul ini memiliki tekstur renyah. Namun saking tipisnya, membuat Lempeng Juruh begitu crispy hingga setiap digigit selalu patah di bagian lainnya. Rasa gurih pada Lempeng, dipadukan rasa manis bercampur asam pada Juruh menjadi cita rasa khas Lempeng Juruh.
Salah seorang pedagang Lempeng Juruh, Bambang asal Yogyakarta, menyebut untuk membuat jajanan satu ini sangatlah mudah. Pertama parut ketela hingga menjadi tepung. Setelah itu campur dengan bawang putih, garam dan air untuk kemudian dikukus.
Setelah matang ambil satu sendok adonan kemudian giling menggunakan gilingan atau botol kaca hingga berbentuk tipis. Jemur sampai kering lalu goreng, dan Lempeng pun siap disajikan.
Sementara untuk membuat Juruh, cukup dengan memasak gula Jawa atau gula kelapa dengan sedikit air. Tambahkan pandan dan asam Jawa untuk memberikan rasa  sedikit asam. Setelah matang dinginkan cairan adonan. Juruh pun siap dituangkan ke atas Lempeng.
“Rahasianya itu terletak pada Juruh. Sensasi rasa gurih pada lempeng, serta rasa manis dan asam pada juruh itu yang membuat Lempeng Juruh ini begitu digemari,” katanya.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.