Lima Lokasi Digeledah KPK Terkait Korupsi Proyek PLTU

Editor: Satmoko Budi Santoso

233
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah - Foto Dokumentasi CDN

JAKARTA – Malam ini penyidik KPK telah selesai melakukan kegiatan penggeledahan untuk mencari sejumlah barang bukti di wilayah Ibukota Jakarta. Penggeledahan tersebut dilakukan sebagai bagian pengembangan penyidikan dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

KPK rupanya ingin mendalami adanya aliran dana berupa penerimaan uang yang diduga sebagai suap atau gratifikasi terkait pembahasan dan persetujuan anggaran sebagai bagian dari program Pemerintah yaitu mewujudkan pembangunan proyek pembangkit listrik 35.000 Mega Watt (MW).

Sebelumnya petugas KPK telah menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Rumah Dinas Menteri Sosial Idrus Marham, Komplek Widya Chandra, Jakarta Selatan. Total ada 12 orang ikut terjaring OTT, namun setelah dilakukan pemeriksaan selama 1 X 24 jam, penyidik KPK akhinya menetapkan dua orang sebagai tersangka yang diduga terlibat dalam kasus korupsi.

Tersangka pertama adalah Eni Maulani Saragih (EMS), Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia diduga sebagai pihak penerima uang. Sedangkan tersangka kedua adalah Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK), yang bersangkutan diduga berperan sebagai pihak pemberi suap atau penyuap.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan “sampai saat ini petugas KPK telah melakukan kegiatan penggeledahan di sejumlah lokasi, ada 5 lokasi yang sempat digeledah, masing-masing rumah EMS, kantor JBK, apartemen JBK, rumah JBK dan rumah kediaman pribadi Sofyan Bashir, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Listrik Negara (PLN)” jelasnya di Jakarta, Minggu (15/7/2018).

Menurut Febri dari 5 lokasi tersebut, petugas KPK berhasil menemukan dan menyita sejumlah barang bukti diantaranya berupa dokumen keuangan yang diduga terkait proyek pembangunan PLTU Riau 1 di Provinsi Riau. Selain itu petugas dilaporkan juga berhadil membawa sejumlah barang bukti elektronik lainnya untuk diselidiki dan didalami darimana asalnya.

Barang bukti tersebut kemudian dibawa ke Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan. Dengan demikian penggeladahan hari ini dipastikan telah selesai, namun tidak menutup kemungkinan penggeledahan di lokasi lain akan kembali dilakukan besok atau lusa, semua tergantung kepentingan penyidik KPK.

Dalam kasus tersebut tersangka EMS diduga meminta commitment fee sebesar 2,5 persen atau sekitar Rp4,8 miliar kepada tersangka JBK. Dalam perkembangannya JBK kemudian menyanggupi permintaan EMS, sedikitnya ada 4 kali proses transfer atau pemberian sejumlah uang, namun saat dilakukan transaksi pemberian yang keempat atau terakhir berhasil digagalkan petugas KPK.

Baca Juga
Lihat juga...