Mahasiswa UB Ciptakan Game Edukatif ‘GAMELAN’

Editor: Koko Triarko

344
MALANG – Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berhasil membuat sebuah inovasi game baru tidak hanya sekadar permainan, tetapi juga sebagai media pembelajaran kebudayaan nusantara bagi siswa sekolah. 
Lima mahasiswa UB tersebut, Aditya Yusril Fikri (Teknik Informatika), Guedho Augnifico Mahardika (Teknik Informatika), Lina Fitra (Teknik Informatika), Farid Adi Wijaya S. (Teknik Informatika) dan Hidayatul Mahmudah (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia).
Game desainer, Aditya Yusril Fikri, mengatakan, di era globalisasi seperti sekarang ini, banyak anak-anak yang sangat menyukai game. Tetapi sayangnya, game yang beredar selama ini jarang yang mengangkat mengenai kebudayaan, terutama kebudayaan Indonesia. Hal ini masih diperparah dengan banyaknya budaya asing yang masuk ke Indonesia, dan menyebabkan tingkat pengenalan budaya Indonesia semakin berkurang.
Aditya Yusril Fikri (dua kanan) bersama tim GAMELAN -Foto: Agus Nurchaliq
“Untuk itu, kami mencoba mengkolaborasikan game dengan kebudayaan Indonesia, sehingga terciptalah game yang diberi nama Game Mengenal Budaya Nusantara (GAMELAN ),” ucapnya, di UB, Kamis (12/7/2018).
Menurut Adit, sesuai dengan namanya, game Gamelan ini menampilkan aneka permainan dan berbagai materi mengenai kebudayaan yang ada di wilayah Indonesia. Sehingga, para pemain yang kebanyakan merupaka siswa sekolah, diajak untuk bermain sambil belajar tentang kebudayaan nusantara.
Disampaikan Adit, dalam game Gamelan, pemain diarahkan untuk membaca materi tentang kebudayaan, mulai dari rumah adat, pakaian adat, kesenian, senjata tradisional, lengkap beserta dengan makna dan artinya.
“Jadi, pemain tidak bisa langsung asal main saja. Tapi, kita masukkan juga unsur edukasinya,” ujarnya.
Setelah membaca materi, baru pemain akan diajak untuk bermain. Pada permainan tersebut, juga akan terdapat soal atau pertanyaan,  yang jawabannya sudah ada pada materi yang mereka baca.
“Dengan begitu, siswa tidak hanya belajar secara kontekstual melalui buku, tetapi mereka juga bisa belajar melalui media game,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Adit menyampaikan, game Gamelan sudah diterapkan kepada siswa sekolah dasar, khususnya bagi siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Polehan 2 Malang, yang telah menerapkan Kurikulum 2013 dengan sistem fullday school.
Disebutkan, pada sistem kurikulum 2013 ini, siswa mendapat beberapa buku tematik yang setiap bukunya mewakili satu tema, termasuk salah satunya tema kebudayaan.
“Untuk itu, kami coba terapkan kepada siswa di SDN Polehan 2 Malang, agar mereka tidak jenuh dan bosan dalam mempelajari kebudayaan nusantara. Karena dengan Gamelan, mereka bisa bermain sekaligus belajar,” terangnya.
Sementara ini, Gamelan masih berupa game desktop, tapi ke depan tidak menutup kemungkinan akan dibuatkan Gamelan versi android, agar masyarakat juga bisa ikut menikmatinya.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.