Mahasiswa UB Unjuk Inovasi di Ajang PKM

Editor: Satmoko Budi Santoso

497
Bayu, tim PKM Moon City - Foto Agus Nurchaliq

MALANG – Ratusan produk inovasi mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) dipamerkan dalam gelaran Expo Produk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Setidaknya terdapat 160 tim PKM yang turut mempromosikan hasil inovasi kepada masyarakat umum yang hadir di lapangan rektorat UB.

Ketua kontingen PKM UB, Yusuf Hendrawan, mengatakan, tahun lalu UB telah berhasil mencetak hattrick dengan tiga kali berturut-turut menjadi juara diajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas).

Artinya mahasiswa UB punya kompetensi yang sangat luar biasa untuk membuat suatu inovasi yang berasal dari penelitian, teknologi, karsa cipta dan pengabdian masyarakat.

Ketua kontingen PKM UB, Yusuf Hendrawan – Foto Agus Nurchaliq

“Sudah banyak produk inovasi dari mahasiswa UB yang menjadi juara tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional. Tahun ini kami juga sudah siap dengan berbagai inovasi baru yang sudah dihasilkan oleh mahasiswa UB,” jelasnya, Sabtu (7/7/2018).

Menurutnya, UB memang memiliki komitmen kembali ke fitrah sebagai perguruan tinggi untuk terus melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Artinya, mahasiswa harus disibukkan dengan berbagai penelitian, inovasi dan karya ilmiah. Setelah itu baru bisa digembleng dengan kewirausahaan sesuai dengan visi dan misi UB sebagai Entrepreneur University.

Disampaikan Yusuf, di bidang karsa cipta sudah banyak alat-alat yang telah dihasilkan oleh mahasiswa. Bahkan meskipun masih dalam bentuk prototipe, mereka sudah menghasilkan sesuatu yang sangat berharga. Tinggal bagaimana bisa masuk ke industri.

Kemudian di bidang pengabdian masyarakat, mahasiswa UB bekerjasama dengan pemerintah setempat, juga telah melakukan pengembangan kampung idiot di Ponorogo. Manfaat dari pengembangan tersebut bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

Suasana Expo Produk PKM – Foto : Agus Nurchaliq
“Artinya peran mahasiswa memang harus langsung terjun ke masyarakat. Agar ilmu yang diperoleh mahasiswa ketika di bangku perkuliahan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ucapnya. Pihaknya juga telah membuktikan bahwa mahasiswa UB bisa melakukan.

Di bidang teknologi, juga bisa dimanfaatkan untuk pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan cara memberikan alat yang dibuat kepada masyarakat.

“Jadi mahasiswa dituntut untuk dapat menyelesaikan masalah yang ada di UKM, dengan cara membawa permasalahan tersebut ke universitas, untuk kemudian diselesaikan dengan pendekatan teknologi, sehingga produktivitas UKM bisa meningkat,” terangnya.

Selanjutnya, di sisi kewirausahaan mahasiswa juga sengaja digembleng agar setelah lulus kuliah, mereka tidak menjadi pencari kerja tetapi justru bisa menghasilkan suatu pekerjaan. Jadi setelah mereka bisa membuat produk, baru kemudian mahasiswa diajarkan cara  mengkomersialisasi produk masing-masing.

“Kami ingin mahasiswa UB setelah lulus dengan berbekal kemampuan teknologi, mereka bisa sukses berwirausaha. Karena orang yang latar belakangnya hanya wirausaha saja akan mudah tergerus dengan orang yang melakukan inovasi teknologi,” tuturnya, “Tapi kalau mahasiswa sudah dibekali dengan inovasi teknologi, mereka tidak akan mudah tergerus dengan persaingan yang sangat cepat dan ketat.”

Lebih lanjut, Yusuf menyebutkan, expo produk PKM adalah ajang promosi bagi mahasiswa untuk menunjukkan bahwa mereka sudah bisa menghasilkan inovasi yang bagus.

“Sekiranya ada masyarakat atau UMKM yang tertarik dengan produk kami, bisa mempromosikan produk mahasiswa. Kami juga sudah bekerjasama dengan Badan Usaha Akademik (BUA) untuk memberikan pendampingan kepada mahasiswa yang memiliki inovasi bagus untuk ditindaklanjuti. Sehingga mereka nanti setelah lulus tidak mencari pekerjaan tapi bisa menghasilkan lapangan pekerjaan,” pungkas pria yang juga menjabat sebagai wakil dekan tiga Fakultas Teknologi Pertanian.

Sementara itu, Rektor UB, Nuhfil Hanani mengatakan, dengan banyaknya produk inovasi yang telah dihasilkan mahasiswa UB, ia berharap UB bisa kembali merebut juara ke empat kali berturut-turut di ajang Pimnas.

“Kami ingin kembali menjuarai Pimnas untuk keempat kali secara berturut turut. Untuk itu saya berharap agar para dekan bisa mengawal mahasiswa sampai menjadi juara Pimnas. Hal ini sangat penting, karena juga menjadi ukuran keberhasilan UB,” pintanya, “Semoga jika prestasi di nasional telah dicapai, bisa dibawa untuk juara ke tingkat internasional.”

Sementara itu, salah satu tim peserta expo, Moon City, melalui anggotanya Bayu, menyebutkan, Moon City merupakan PKM di bidang pengabdian masyarakat di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

“Tim kami menerapkan konsep zero waste dalam mengolah buah jeruk low grad untuk dijadikan berbagai aneka produk, seperti masker kulit, sabun cuci piring, sari jeruk dan pupuk organik,” terangnya.

Disebutkan Bayu, untuk menjadikan sari jeruk, timnya menggunakan Pulse Electric Field (PEF) guna sterilisasi. Kemudian bagian kulit jeruknya sendiri digunakam sebagai bahan untuk sabun cuci piring dan masker dari minyak atsiri. Sedangkan sisa bahan yang tidak terpakai seperti biji atau ampas dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

“Dengan menggunakan konsep zero waste, semua bagian dari buah jeruk bisa terpakai,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...