Mahasiswa UMB Edukasi Bahasa Inggris Generasi Milenial

Editor: Makmun Hidayat

220

JAKARTA — Banyak cara untuk memberikan edukasi berbahasa Inggris yang baik dan benar kepada masyarakat. Salah satunya dengan cara belajar sambil bermain, seperti yang dilakukan mahasiswa Universitas Mercu Buana (UMB).

Lima mahasiswa program studi Public Relations, Fakultas Ilmu Komunikasi UMB,  terdiri Agus Zulikar, Herningsih, Reni Andriyani, Resta Prasodjo, dan Siti Sarah, menerapkan ilmu yang mereka dapatkan dalam Kuliah Peduli Negeri (KPN) melalui kegiatan pengabdian masyarakat.

Mereka memberikan pengetahuan seputar belajar mengucapkan bahasa Inggris yang baik dan benar bertajuk “English Fun, Learning English with Millenial Generation.”

Agus Zulikar, selaku koordinator KPN mengatakan tujuan diadakannya kegiatan English Fun ini adalah memberikan edukasi berbahasa Inggris yang baik dan benar, tidak hanya kepada mahasiswa tetapi juga kepada masyarakat.

“Masyarakat sudah sadar bahasa Inggris sudah menjadi bahasa internasional, dan banyak digunakan di kalangan masyarakat, namun masih banyak salah dalam pengucapannya,” jelas Agus seusai acara, Rabu (25/07/2018).

Agus mengatakan dibiasakannya kesalahan dalam pengucapan ini yang kemudian disampaikan melalui edukasi menggunakan bahasa Inggris yang baik dan benar. Karena, sudah seharusnya anak-anak generasi milenial melek bahasa Inggris dan mudah mendapatkan akses dalam belajar.

“Sebenarnya target sasaran kegiatan ini anak-anak zaman now, dengan tujuan agar mereka paham dan bisa menggunakan bahasa Inggris yang sesuai. Selain itu, meningkatkan kesadaran tentang pentingnya belajar bahasa Inggris di era globalisasi. Dan, memberikan edukasi untuk bisa lebih memahami dalam pengucapan kata-kata bahasa Inggris yang benar,” bebernya.

Peserta dan narasumber English Fun seusai acara – Foto: M. Fahrizal

Adapun metode atau cara penyampaian edukasi ini dengan menghadirkan narasumber yakni Nicole Lee, CEO & Co-Founder of Fix Productions, Putra Sigar, Creative Director & Co-Founder of Fix Production, dan Eqy Riqly, Honorary Member of Fix Production.

Ketiga narasumber tampak memberikan edukasi dengan cara belajar sambil bermain, yakni permainan mengambil sebuah kertas yang didalamnya sudah terdapat tulisan, dan selanjutnya mereka yang mengambil diminta untuk mengucapkannya. Tidak hanya melalui permainan, metode lainnnya dilakukan dengan penayangan video yang dibuat oleh narasumber.

Agus menjelaskan, cara para narasumber memberikan atau menyampaikan edukasi pengucapan bahasa Inggris dengan benar bisa dibilang cukup unik. Yakni, menampilkan video parodi tentang pengucapan bahasa Inggris yang salah. Dengan metode ini, banyak yang mulai merasakan kekeliruannya dalam pengucapan.

Video parodi selanjutnya di-share ke berbagai media sosial, dengan tujuan ingin melihat respon atau reaksi dari kaum milenial, positif atau negatif.

“Ini merupakan satu langkah awal yang kita ambil daripada kita diam sama sekali melihat, mendengar anak-anak zaman now, termasuk saya didalamnya mengucapkan kata-kata bahasa Inggris yang salah. Ini merupakan awal yang bagus sambil melihat kedepannya kita menggunakan metode apa lagi yang bagus untuk memberikan edukasi selanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu Rini Widyowati, mahasiswa UMB  yang turut mengikuti kegiatan English Fun sejawat PKN, menyebut kegiatan tersebut sangat bagus, bisa membuka wawasan dirinya perihal pengucapan bahasa Inggris. Mengajak merubah kebiasaan pengucapan yang salah menjadi benar.

“Ternyata ribet juga ya jika pengucapannya dilakukan secara benar. Aku tadi berfikirnya sudah benar loh ngucapinnya, eh kok ya tetep masih dibilang salah,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...