Manfaatkan Sampah Sekam, Mahasiswa UGM Ciptakan Produk Kreatif

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

272

YOGYAKARTA — Berawal dari keprihatinan melihat sampah sekam padi yang banyak dibuang di pinggir jalan, lima mahasiswa UGM mewujudkan ide untuk menjadikan bahan kerajinan souvenir gelas.

Bayu Aji Pamungkas, Ajeng Ramadhani Fisabilah, Cornelia C. Armala, Dikki Apriyanto (PSDK 2016), dan Eti Rahayu. Bersama dengan Dosen Pendamping, Fitria Damayanti Berutu, suksek membuat gelas ramah lingkungan.

Disebukan, Desa Srihardono, Pundong, Bantul merupakan salah satu desa penghasil sampah sekam padi terbanyak di Kabupaten Bantul. Namun belum termanfaatkan dengan baik.

“Melihat sekam padi yang hanya dibuang di pinggir-pinggir jalan dan menganggu pemandangan, kami berpikir untuk memanfaatkannya sebagai bahan produk kreatif,” ujar Bayu Aji Pamungkas.

Bayu menuturkan sekam padi atau yang sering disebut merang merupakan bagian kulit padi yang telah kering atau buah padi yang tidak memiliki bulir padi di dalamnya. Sekam tersebut diolah dengan cara digiling untuk kemudian diberi lem dan dicetak menjadi gelas souvenir.

Melalui program pengabdian masyarakat berbasis pengembangan ekonomi kreatif, Tim G’Mers ini juga melakukan pendampingan untuk mengembangkan sampah sekam padi menjadi souvenir gelas ramah lingkungan, salah satunya di desa Srihardono.

Apabila sebelumnya pemanfaatan sekam padi di daerah Desa Srihardono hanya terbatas sebagai campuran pakan ternak dan sisanya terbuang sebagai sampah organik, dengan inovasi ini dapat menjadi komoditi yang mampu dijual dengan harga yang ekonomis.

“Kita juga tidak hanya memberikan pelatihan pemanfaatan sekam padi saja, tapi juga mengajarkan tata cara pembuatan, pengemasan, promosi dan pendampingan inovasi produk,” katanya.

Ia pun berharap, dengan pelatihan inovasi tersebut para warga dapat memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan hidup. Yakni dengan menjaga lingkungan untuk selalu bersih dan bebas sampah sambil mengolah sampah yang awalnya tidak berharga menjadi punya daya jual yang ekonomis.

“Harapannya ke depannya program ini mampu menjadi inisiator pemanfaatan sekam padi di desa-desa lain dan mampu menjadi souvenir khas Pundong sebagai lumbung padi Kabupaten Bantul,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...